Logo RMPlus

Menu Close

Cari Tahu, Tahapan Manajemen Risiko untuk Perusahaan!

Cari Tahu, Tahapan Manajemen Risiko untuk Perusahaan!

Menurut ISO 31000:2018, risiko merupakan dampak dari ketidakpastian pada tujuan. Perusahaan atau organisasi pastinya memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama. Akan tetapi, di dunia ini banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Untuk menangani ketidakpastian ini, dibutuhkan manajemen risiko.

Manajemen risiko adalah kegiatan yang terkoordinasi. Manajemen risiko bertujuan untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi yang berkaitan untuk mengelola risiko, termasuk sumber daya dan kerangka kerja. Dengan manajemen risiko, perusahaan dapat menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerjanya dengan meminimalisir dampak dari risiko yang dihadapi maupun memaksimalkan peluang yang ada.

Apa Itu Proses Manajemen Risiko?

Proses manajemen risiko melibatkan penerapan kebijakan, prosedur, penetapan konteks, dan praktik yang sistematis.

Proses pengelolaan risiko harus menjadi bagian dari manajemen dan pengambilan keputusan organisasi serta terintegrasi ke dalam struktur, operasi dan proses organisasi. Hal ini dapat diterapkan pada tingkat strategis, operasional, program maupun proyek.

Ada banyak aplikasi dari proses manajemen risiko dalam suatu organisasi yang disesuaikan untuk mencapai tujuan dan konteks eksternal maupun internal sesuai penerapannya.

Meskipun proses manajemen risiko sering disajikan secara berurutan, dalam praktiknya proses ini merupakan aktivitas yang terus berulang dan diperbaharui seiring berjalannya waktu.

Proses Penerapan Manajemen Risiko

Proses Penerapan Manajemen Risiko (RWI/Dwi Pratiwi Putri)
  1. Menentukan Ruang Lingkup, Konteks, dan Kriteria (Scope, Context, and Criteria)
    Tujuan penetapan konteks, ruang lingkup, dan kriteria adalah untuk menyesuaikan proses manajemen risiko yang dilakukan perusahaan, sehingga perusahaan dapat menghadapi risiko dengan efektif dan perlakuan risiko yang tepat.  
  2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
    Tahapan ini merupakan proses keseluruhan dari identifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko. Tahap penilaian risiko ini harus dilakukan secara sistematis, iteratif, dan kolaboratif antar berbagai stakeholders di perusahaan, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan representatif. Jenis risiko yang bisa ditemukan adalah:
    1. Identifikasi Risiko (Risk Identification)
      Proses ini bertujuan untuk menentukan dan mendeskripsikan risiko yang dapat membantu ataupun mengganggu organisasi dalam mencapai tujuannya. Pada tahapan ini, diperlukan informasi terbaru, sesuai dan relevan untuk mengidentifikasi risiko. Selain itu, identifikasi risiko juga perlu dilakukan secara menyeluruh baik risiko tersebut dapat dikontrol maupun tidak dapat dikontrol.
      Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko adalah Business Process Mapping. Alat ini dapat digunakan untuk menghindari risiko, serta mengetahui dampak dan penyebabnya dalam proses bisnis. 
    2. Analisis Risiko (Risk Analysis)
      Setelah mengidentifikasi risiko, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah analisis risiko. Tujuan dari analisis risiko adalah memahami sifat risiko dan karakteristiknya dengan mempertimbangkan sumber risiko, konsekuensi, kemungkinan (likelihood) dari risiko tersebut, kontrol apa saja yang dimiliki perusahaan terhadap risiko dan efektivitas dari kontrol tersebut untuk menangani risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya.
    3. Evaluasi Risiko (Risk Evaluation)
      Setelah mendapatkan hasil analisis risiko, hasil ini digunakan sebagai input untuk evaluasi risiko. Pada proses ini, dilakukan perbandingan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tujuannya, untuk menentukan aksi selanjutnya yang perlu diambil perusahaan setelah melihat hasil asesmen manajemen risiko. Contohnya seperti perlunya penanganan risiko serta strategi dan metode penanganan risiko yang paling tepat.
  3. Penanganan Risiko (Risk Treatment)
    Selanjutnya, setelah mendapatkan hasil dari penilaian risiko, penanganan risiko dilakukan untuk memilih dan menerapkan opsi yang sesuai untuk menangani risiko. Termasuk didalamnya adalah pemilihan opsi penanganan risiko, mempersiapkan rencana penanganan risiko, dan menentukan efektivitas penanganan tersebut.

Selain dari hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya, proses manajemen risiko juga tidak lepas dari kegiatan pemantauan dan peninjauan (monitoring and review), pencatatan dan pelaporan (Recording and Reporting), serta komunikasi dan konsultasi (communication and consultation) baik antar pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Penerapan manajemen risiko memang tidak mudah, tetapi akan sangat bermanfaat bagi perusahaan jika diimplementasikan dengan baik. RWI Consulting hadir untuk membantu Anda menerapkan manajemen risiko di perusahaan Anda, mulai konsultasi dengan kami untuk informasi lebih lanjut.

Share
  • Categories

  • Topics

  • Follow Us

  • Recent Posts

    • penilaian-tingkat-risikoPenilaian Risiko agar Manajemen Risiko Jadi Optimal
      Pernah mengalami sebuah permasalahan yang pelik dan bisa berdampak besar untuk bisnis Anda? Pasti ....
    • Konsultan Manajemen RisikoMengenal Kerangka Kerja Konsultan Manajemen Risiko
      Manajemen risiko memiliki ruang lingkup yang luas dan menyeluruh. Diantaranya, menentukan konteks aktivitas, identitas, analisis, dan evaluasi risiko. Inilah mengapa banyak instrumen dan sistem untuk manajemen risiko, seperti ISO 31000 dan COSO. Semua kegiatan ini dilakukan dengan harapan risiko yang ditemukan dapat dikendalikan, dipantau, dan ditinjau kembali.....
    • Enterprise Risk ManagementMengenal Komponen Enterprise Risk Management COSO
      Enterprise Risk Management (ERM) adalah sebuah cara untuk mengelola dan manajemen risiko bisnis ....
  • @officialrwi

  • Subscribe

    * indicates required
    / ( mm / dd )