Manajemen Risiko Investasi Peran Indikator dan Kriteria Risiko bagi Perusahaan

Manajemen Risiko Investasi <span>Peran Indikator dan Kriteria Risiko bagi Perusahaan</span>

RWI Consulting – Manajemen risiko investasi adalah kerangka dan proses manajemen risiko yang secara spesifik diarahkan pada pengelolaan risiko investasi.

Manajemen risiko investasi

Dalam konteks perusahaan, hal tersebut terkait dengan pengelolaan risiko capital expenditure (Capex) mulai dari proses pengambilan keputusan hingga pelaksanaan proyek dan utilisasi asetnya.

Pengembangan kerangka kerja manajemen risiko investasi mencakup komponen proses, indikator dan kriteria risiko investasi.

Termasuk serta proses pemantauan risiko dengan menggunakan performance indicators dan leading indicators/key risk indicators (KRI) yang dapat berfungsi sebagai early warning indicators.

Manajemen risiko investasi mencakup pengelolaan berbagai risiko yang melekat pada proses perencanaan investasi/proyek Capex. Pengadaan mitra kerja dan pengadaan proyek, perizinan, serta proses pelaksanaan proyek termasuk pengadaan sumber daya proyek dan pengelolaan hubungan dengan para stakeholders yang dapat mempengaruhi keberlangsungan proyek. 

Pengelolaan Risiko Capex

Indikator dan kriteria risiko investasi akan sangat bermanfaat bagi perusahaan di dalam pengelolaan risiko Capex.

Indikator dan kriteria risiko tersebut dapat dikembangkan di suatu perusahaan dan dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok besar yakni indikator dan kriteria risiko yang terkait dengan proses perencanaan Capex serta indikator dan kriteria risiko yang terkait dengan proses pengelolaan proyek. 

Masing-masing indikator dilengkapi dengan berbagai kriteria yang dapat dipelajari pada gambar di bawah ini.

Masing-masing kriteria memiliki bobot, nilai batas atas dan/atau nilai batas bawah, dan target nilai. Secara kombinasi tingkat keterpenuhan masing-masing kriteria harus mencapai nilai tertentu yang digunakan untuk menetapkan apakah suatu proses berada dalam batas risiko yang aman atau sebaliknya tidak aman sehingga perlu dimitigasi.

Indikator dan kriteria risiko terkait Capex misalnya dapat dikembangkan mencakup: indikator risiko pembuatan kerangka acuan kerja (KAK) pada setiap proses pengadaan, persentase jumlah vendor yang sudah memenuhi persyaratan, fluktuasi nilai tukar (rupiah terhadap USD), pandemi seperti Covid-19 atau lainnya. Proses pengadaan sumber daya proyek, rekomendasi pembayaran kepada rekanan, dan pengelolaan evaluasi kinerja rekanan.

Baca juga Pemantauan dan Peninjauan terhadap Implementasi Manajemen Risiko.


Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan key risk indicators (KRI)

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan key risk indicators (KRI). pertama pengembangan dilaksanakan berbasis pada proses bisnis sehingga indikator yang didapatkan menjadi komprehensif. Baik pada proses perencanaan Capex (Go/No Go) maupun pada proses pengadaan dan pelaksanaan proyek.

Indikator-indikator yang dikembangkan hendaknya dilengkapi dengan kriteria yang cukup terperinci dan terukur secara kuantitatif berbasis data, sehingga dapat memberikan informasi akurat untuk pengambilan keputusan.

Data dan informasi yang digunakan sebaiknya berbasis komunikasi data antar sistem, sehingga informasi yang dihasilkan tepat waktu (real time/near real time).

Serta sistem pendukung penggunaan KRI dikembangkan untuk berfungsi sebagai early warning system (EWS) dengan trigger eskalasi notifikasi dari pemilik proses hingga ke Direksi.

Bisnis Anda Layak Untuk Bertahan dan Berkembang! Dengan pendekatan kami, keberlangsungan bukan hanya mimpi. Buat Strategi Anda Bersama Kami Hari Ini!

Top