Logo RMPlus

Menu Close

Membangun Leading Indicator dengan Graham Business Process Mapping

Membangun Leading Indicator dengan Graham Business Process Mapping

Perusahaan tentu perlu mencapai segala target dengan tetap mengelola batas risiko bisnisnya. Perusahaan yang memiliki leading indicator dalam bentuk Key Risk Indicator (KRI) akan lebih mudah mencapai tujuannya.

KRI dalam manajemen risiko berguna sebagai metrik untuk pengembangan sistem peringatan dini atau Early Warning Systems (EWS). KRI dan EWS perlu dipetakan dalam konteks proses bisnis seluruh unit kerja dengan model yang jelas dan terstruktur. Konteks tersebut dipetakan dengan menggunakan Business Process Mapping (BPM) berbasis 4 perspektif sasaran. Tools ini dapat membantu perusahaan dalam memetakan berbagai isu, risiko, dan sistem pengendalian yang terkait dengan seluruh proses bisnis. Salah satu pendekatan BPM yang sudah dikenal luas penggunaannya adalah yang dikembangkan oleh Ben S. Graham.

Pemetaan proses bisnis menurut Graham Business Process Mapping

process objectives

Sasaran-sasaran proses yang misalnya dikategorikan ke dalam 4 kelompok: sasaran financial, sasaran customers focus, sasaran internal business process, dan sasaran learning & growth. Pilihan lainnya, dapat juga dikelompokkan sebagai berikut; sasaran strategis, sasaran operasional, sasaran financial, sasaran kepatuhan. Contoh sasaran customers focus fungsi human capital misalnya, peningkatan indeks kepuasan pegawai.

process triggers

Berbagai kendala, tantangan, peluang, kekuatan dan kelemahan yang memengaruhi proses. Contoh process triggers fungsi human capital misalnya, tumbuhnya angkatan kerja generasi milenial dengan ekspektasi dan cara kerja yang berbeda dari generasi sebelumnya.

key process

Berbagai langkah atau aktivitas yang diterapkan dalam mengubah input menjadi output pada suatu proses. Contoh key process fungsi human capital misalnya pelaksanaan employee engagement and satisfaction survey

process input

Berbagai sumber daya dan input yang digunakan dalam suatu proses bisnis. Contoh proses input/resources fungsi human capital misalnya laporan hasil employee engagement and satisfaction survey periode sebelumnya.

process output

Berbagai output yang dihasilkan oleh suatu proses bisnis. Contoh proses output fungsi human capital misalnya laporan dan rekomendasi hasil employee engagement and satisfaction survey.

process partners

Berbagai pihak yang menjadi mitra kerja (vendor dan supplier) dalam suatu proses bisnis. Contoh process partners pada fungsi human capital misalnya, vendor employee engagement and satisfaction survey.

process customers

Berbagai pihak yang menjadi pengguna atau customer suatu proses bisnis. Contoh process customers pada fungsi human capital misalnya, seluruh pegawai kantor pusat dan kantor cabang.

key risks

Berbagai komponen pada suatu proses bisnis yang mengandung risiko dengan dampak signifikan. Contoh key risk pada fungsi human capital misalnya, komposisi pegawai milenial yang lebih dari 70% sebagai bahan pertimbangan untuk membentuk program kerja yang pro-milenial sehingga meningkatkan employee engagement and satisfaction.

key controls

Berbagai kontrol utama yang digunakan untuk mengendalikan berbagai key risks pada proses. Contoh key control pada fungsi human capital misalnya, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama kantor pusat dan kantor cabang untuk membentuk program kerja yang dapat meningkatkan employee engagement and satisfaction. (NQ)

Share
  • Categories

  • Topics

  • Follow Us

  • Recent Posts

  • @officialrwi