Mengapa Manajemen Risiko Penting?

Mengapa Manajemen Risiko Penting?

RWI Consulting – Dalam dunia bisnis yang terus berubah, pemimpin perusahaan menghadapi berbagai tantangan. Hal ini yang membuat manajemen risiko menjadi sangat penting.

Teknologi digital mempercepat perubahan, sementara regulasi yang ketat, perubahan iklim, dan ketidakpastian geopolitik semakin menambah kompleksitas. 

Ancaman siber juga semakin meningkat, mengancam reputasi perusahaan. Dalam menghadapi semua ini, manajemen risiko menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis. 

Menetapkan Tujuan dan Fungsi Manajemen Risiko

tipologi stakeholders rwi
tipologi stakeholders rwi

Dalam membangun manajemen risiko yang efektif, hal pertama yang harus dilakukan adalah merumuskan visi bersama seluruh anggota organisasi. 

Setelah visi terbentuk, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dan fungsi manajemen risiko yang praktis dan dapat diwujudkan sesuai dengan strategi bisnis organisasi.

Walaupun visi sering kali terdengar idealis, tujuan dan fungsi manajemen risiko harus jelas dan mudah untuk dijalankan. 

Visi tersebut harus mampu memberikan arah yang konkret dalam mengelola risiko yang ada di seluruh aspek perusahaan.

Tujuan Manajemen RIsiko

Berikut adalah beberapa tujuan pentingnya manajemen risiko yang umumnya diadopsi oleh perusahaan:

  1. Membuat pemahaman yang seragam mengenai risiko di berbagai departemen dan unit bisnis untuk pengelolaan risiko yang efektif.
  2. Memperdalam pemahaman tentang risiko sebagai keuntungan bersaing.
  3. Membuat sistem perlindungan terhadap risiko yang bisa menyebabkan gangguan keuangan.
  4. Meningkatkan kesiapan dan respons cepat terhadap risiko dan bencana.
  5. Mencapai efisiensi operasional dan penghematan biaya melalui pengelolaan risiko yang baik. 
  6. Mengoptimalkan alokasi modal untuk meningkatkan performa perusahaan.

Tujuan dan fungsi dari manajemen risiko harus senantiasa selaras dengan tujuan dan strategi bisnis perusahaan. 

Oleh karenanya, pemahaman yang mendalam mengenai model bisnis perusahaan sangat penting dalam menetapkan tujuan manajemen risiko.

Model bisnis mencakup segala aspek, seperti target pasar, produk dan layanan yang ditawarkan, proses operasional, SDM, pemasok, pelanggan, hingga pemegang saham. Risiko merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari semua aspek tersebut dan membutuhkan pendekatan yang terpadu dalam pengelolaannya.

Tujuan Utama dan pentingnya Penerapan Manajemen Risiko

Manajemen risiko menjadi kunci bagi setiap organisasi untuk terus berkembang dan mencapai kesuksesan. 

Dengan manajemen risiko, organisasi dapat mengurangi ketidakpastian dalam investasi dan menangani potensi risiko dengan lebih baik. Berikut beberapa manfaat utama dari penerapan manajemen risiko:

  1. Keamanan Kerja: Keamanan menjadi prioritas utama bagi karyawan. Manajemen risiko melibatkan identifikasi dan penanganan masalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.
  1. Keberhasilan Proyek: Untuk menjamin keberhasilan proyek, organisasi memanfaatkan manajemen risiko untuk mengatasi berbagai tantangan.
  1. Manfaat Keuangan: Melalui manajemen risiko, organisasi dapat mengoptimalkan penggunaan modal dan sumber daya finansialnya.
  1. Minimalkan Kejadian Tak Terduga: Dengan manajemen risiko, organisasi dapat mempersiapkan dan mengurangi dampak dari kejadian tak terduga.
  1. Efisiensi Waktu dan Usaha: Manajemen risiko memungkinkan karyawan untuk lebih fokus pada tugas utama mereka dengan mengurangi waktu dan usaha dalam menghadapi risiko.

Kerangka Kerja Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000:2018

ISO 31000:2018 merupakan standar terkini dalam manajemen risiko yang dirilis oleh International Organization for Standardization (ISO). Standar ini menandai pembaruan dari versi sebelumnya, yaitu ISO 31000:2009, dengan berbagai perubahan, termasuk penekanan pada kerangka kerja manajemen risiko.

1. Kepemimpinan dan Komitmen

Bentuk Kepemimpinan dan komitmen memegang peran sentral dalam kerangka kerja ISO 31000:2018. 

Kepemimpinan mencakup kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain sesuai dengan tujuan organisasi, sementara komitmen melibatkan kewajiban individu terhadap organisasi.

Dalam konteks manajemen risiko, kepemimpinan ditunjukkan oleh manajemen puncak yang bertanggung jawab dan berkomitmen untuk menerapkan manajemen risiko melalui kebijakan, tugas, wewenang, dan akuntabilitas.

2. Integrasi

Integrasi menjadi landasan penting dalam pelaksanaan manajemen risiko, yang tidak dapat dipisahkan dari tata kelola, tujuan, kepemimpinan, strategi, dan operasional organisasi.

3. Perancangan

Perancangan melibatkan proses desain yang mencakup pemahaman organisasi dan konteksnya, penekanan pada komitmen manajemen risiko, pembagian peran dan tanggung jawab, alokasi sumber daya, serta komunikasi dan konsultasi.

4. Implementasi

Implementasi merujuk pada tahap penerapan kerangka kerja manajemen risiko setelah proses perancangan selesai. Proses ini harus dilakukan dengan cermat sesuai dengan desain yang telah disusun agar manajemen risiko dapat berintegrasi dalam aktivitas kerja organisasi.

5. Evaluasi

Evaluasi penting untuk menilai keberhasilan program manajemen risiko dan sejauh mana pencapaian tujuan telah tercapai. Proses evaluasi harus dilakukan secara berkala terhadap tujuan, implementasi, indikator, dan perilaku yang diinginkan.

6. Perbaikan

Perbaikan merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran manajemen risiko, dengan fokus pada adaptasi terhadap lingkungan kerja yang selalu berubah. Proses perbaikan dan adaptasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan organisasi dan lingkungan yang berubah.

Top