Logo RMPlus

Menu Close

Mengenal Kerangka Kerja Konsultan Manajemen Risiko

Mengenal Kerangka Kerja Konsultan Manajemen Risiko

Pernah mengalami situasi tidak terduga saat menjalankan bisnis Anda? atau membuat daftar kemungkinan baik dan buruk yang mungkin terjadi kepada perusahaan Anda di masa depan?

Jika jawaban Anda adalah ya, maka inilah saat yang tepat untuk melakukan konsultasi dengan konsultan manajemen risiko. Konsultan manajemen risiko merupakan jasa pendampingan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi di setiap proses bisnis sebuah perusahaan atau organisasi.

Konsultan akan mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi, kemudian menyusun langkah manajemen risiko yang muncul. Mau tidak mau, risiko baik ataupun buruk mungkin terjadi di masa depan. Oleh karena itu, perlu dilakukan konsultasi manajemen risiko agar sebuah organisasi dapat beradaptasi dengan perkembangan serta mampu bersaing.

Manajemen risiko memiliki ruang lingkup yang luas dan menyeluruh. Diantaranya, menentukan konteks aktivitas, identitas, analisis, dan evaluasi risiko. Inilah mengapa banyak instrumen dan sistem untuk manajemen risiko, seperti ISO 31000 dan COSO. Semua kegiatan ini dilakukan dengan harapan risiko yang ditemukan dapat dikendalikan, dipantau, dan ditinjau kembali.

Selain memberikan keuntungan, manajemen risiko atau risk management juga mampu memudahkan estimasi biaya sekaligus melindungi masa depan. Lewat identifikasi risiko, konsultan dapat menyusul prioritas risiko untuk kemudian dilakukan kontrol dan pemantauan.

Berikut adalah berbagai tahap yang dilakukan oleh konsultan manajemen risiko

  1. Lingkungan Internal (Internal Environment)
    Proses pertama ini berkaitan dengan lingkungan perusahaan beroperasi. Mulai dari filosofi, integritas, perspektif, dan penerimaan risiko. Hal ini juga termasuk nilai etis, struktur organisasi, hingga pendelegasian wewenang yang dilakukan oleh perusahaan.
  2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)
    Setelah mengenal seluruh isi organisasi, Langkah selanjutnya adalah penentuan tujuan risiko dapat diidentifikasi, diakses, dan dikelola sesuai dengan tujuan yang dibutuhkan perusahaan.
  3. Identifikasi Peristiwa (Identification)
    Proses identifikasi kejadian-kejadian potensial yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi.
  4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
    Langkah ini menilai sejauh mana kejadian atau keadaan dapat mengganggu pencapaian tujuan.

Kini, Anda sudah lebih paham tentang bagaimana kerangka kerja manajemen risiko ketika Anda sudah melakukan konsultasi. Untuk merealisasikannya ke perusahaan Anda, silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut seputar manajemen risiko.

Share
  • Categories

  • Topics

  • Follow Us

  • Recent Posts

    • penilaian-tingkat-risikoPenilaian Risiko agar Manajemen Risiko Jadi Optimal
      Pernah mengalami sebuah permasalahan yang pelik dan bisa berdampak besar untuk bisnis Anda? Pasti ....
    • Konsultan Manajemen RisikoMengenal Kerangka Kerja Konsultan Manajemen Risiko
      Manajemen risiko memiliki ruang lingkup yang luas dan menyeluruh. Diantaranya, menentukan konteks aktivitas, identitas, analisis, dan evaluasi risiko. Inilah mengapa banyak instrumen dan sistem untuk manajemen risiko, seperti ISO 31000 dan COSO. Semua kegiatan ini dilakukan dengan harapan risiko yang ditemukan dapat dikendalikan, dipantau, dan ditinjau kembali.....
    • Enterprise Risk ManagementMengenal Komponen Enterprise Risk Management COSO
      Enterprise Risk Management (ERM) adalah sebuah cara untuk mengelola dan manajemen risiko bisnis ....
  • @officialrwi

  • Subscribe

    * indicates required
    / ( mm / dd )