Penerapan Manajemen Risiko untuk Perusahaan

Penerapan Manajemen Risiko untuk Perusahaan

RWI Consulting – Dalam dunia usaha, seringkali ada peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar kejadian biasanya.

Hal tersebut bisa terjadi karena kegagalan teknis seperti korsleting listrik, akibat gejolak ekonomi, atau bahkan bencana alam.

Contoh nyatanya, seperti yang terjadi akhir-akhir ini, gudang logistik yang habis dilalap api, hingga pusat perbelanjaan yang terbakar pada akhir pekan.

Satu hal yang bisa dipelajari, pentingnya tata kelola perusahaan memiliki sistem manajemen risiko yang baik agar dapat bersiap dalam kecelakaan apapun yang dapat menimpa bisnis.

Penerapan Manajemen Risiko untuk Perusahaan

Dalam dunia usaha, sering kali pimpinan usaha dihadapkan kepada peristiwa-peristiwa yang di luar normal.

Dalam ilmu manajemen kadang disebut sebagai angsa hitam. Yakni ketika kita terbiasa melihat dan mengharapkan semua angsa berwarna putih, namun ternyata ada juga yang berwarna hitam. Hal tersebut bisa terjadi karena kegagalan teknis seperti korsleting listrik, atau akibat gejolak ekonomi, atau bahkan bencana alam.

Satu hal yang bisa dipelajari adalah pentingnya tata kelola perusahaan memiliki sistem manajemen risiko yang baik agar dapat bersiap dalam kecelakaan apapun yang dapat menimpa bisnis.

Penerapan manajemen risiko digunakan untuk memetakan berbagai risiko yang dapat timbul dengan mengidentifikasi, dan mengukur kemungkinan risiko.

Cara menanganinya, dengan mengembangkan alternatif penanganan, memonitor risiko, dan mengendalikan penanganan atau pencegahan risiko.

Sistem manajemen risiko bisa mengurangi kemungkinan gagal dan mengurangi dampak kerugian internal dan eksternal seperti pelanggaran hukum, penurunan produktivitas sumber daya manusia, dan penurunan reputasi perusahaan.

Pengertian manajemen risiko adalah sebuah proses perencanaan kegiatan yang dibuat untuk mengantisipasi terjadinya risiko dalam tata kelola perusahaan.

Termasuk adanya kegiatan identifikasi, perencanaan, strategi, dan penilaian hal-hal negatif yang dapat bekerja.

Manajemen risiko sangat penting untuk dilakukan karena bisa mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi kondisi tertentu yang bisa menyebabkan kerugian di kemudian hari. 

Manfaat Perusahaan yang Mempunyai Manajemen Risiko

Bencana bisa datang kapan saja, atau mungkin ini saat yang tepat untuk kembali melihat kembali kebutuhan dan resiliensi perusahaan terhadap situasi terkini. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan perlu mengendalikan risiko:

  • Mencegah kegagalan, sehingga peningkatan laba bisa dilakukan atau setidaknya kerugian perusahaan tidak terlalu besar
  • Melindungi perusahaan dari risiko murni, karena kreditor pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang terlindungi dengan asuransi tertentu. Hal ini juga secara tidak langsung akan meningkatkan public image
  • Memberikan informasi dan persektif seputar kerangka kerja organisasi kepada manajemen perusahaan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat
  • Membuat cadangan yang memadai untuk mengantisipasi risiko yang terukur, sehingga potensi kerugian yang relatif lebih besar bisa dihindari
  • Menghitung dan mengukur besarnya risk exposure dan menetapkan alokasi sumber-sumber dana sekaligus limit pengelolaan risiko yang lebih tepat
Proses Manajemen Risiko (RWI/Dwi Pratiwi Putri)

Tahapan Penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan

Penerapan yang baik di perusahaan dapat dilakukan dengan menerapkan proses manajemen risiko berikut:

  1. Lingkungan internal (internal environment)
  2. Penentuan sasaran (objective setting)
  3. Identifikasi peristiwa (event identification)
  4. Penilaian risiko (risk assessment)
  5. Tanggapan risiko (risk response)
  6. Aktivitas pengendalian (control activities)
Risk-Awareness-&-Competency-Building
Risk-Awareness-&-Competency-Building

Apabila seluruh tahapan manajemen risiko telah diterapkan dengan efektif, maka tujuan dari manajemen risiko dapat terwujud. Banyak hal positif yang didapatkan jika memiliki manajemen risiko yang baik, contohnya negara Jepang yang mampu mengubah risiko menjadi peluang. 

Jika dilihat dari letak geografis, Jepang merupakan bagian dari wilayah cincin api (ring of fire). Lokasi ini meningkatkan ancaman gempa bumi dan topan yang datang terus meneru, namun risiko ini justru membuat mereka mengembangkan salah satu sistem manajemen darurat tercanggih di dunia. Sistem ini akhirnya juga dimanfaatkan untuk pertahanan rudal.

Pihak pemerintahan Jepang juga mampu mengirim pesan kepada semua ponsel di negara tersebut serta menginterupsi siaran televisi dan broadcast radio untuk peringatan bencana alam.

Untuk mencapai tantangan yang beragam, tidak hanya negara atau pemerintah yang harus menerapkan good corporate governance.

Organisasi besar dan kecil di seluruh dunia telah menyadari betapa pentingnya mengintegrasikan manajemen risiko pada strategi bisnis mereka. Sesuai hal ini, cakupan umum ISO 31000 sebagai standar pertama pada manajemen risiko.

Tidak dikembangkan untuk kelompok industri tertentu saja, standar ini juga ditujukan untuk menyediakan panduan dan struktur penerapan terbaik pada semua jenis operasi yang membutuhkan manajemen risiko.Jadi, sudahkah bisnis Anda memiliki manajemen risiko?

Naikkan Level Manajemen Risiko Anda. Penilaian kematangan bisa menjadi langkah pertama. Temukan Risk Maturity Index yang cocok bersama kami. Klik Di sini!

Top