Logo RMPlus

Menu Close

Membaca Ulang Lima Perubahan Mendasar yang Didorong oleh ISO 31000:2018

Membaca Ulang Lima Perubahan Mendasar yang Didorong oleh ISO 31000:2018

International Organization of Standardization merilis ISO 31000:2018 pada Februari 2018 sebagai penyesuaian terhadap ISO 31000 keluaran tahun 2009.

Sejak terbitnya ISO 31000:2018, pergeseran apa yang telah Anda lakukan di dalam perusahaan? Guna mengingatnya kembali, berikut lima perubahan mendasar standar manajemen risiko menurut ISO 31000:2018 Risk Management Guideline

  1. Tata Kelola Risiko: Dari inisiator menjadi berkesinambungan
    Risk Governance atau yang awam dikenal sebagai tata kelola risiko pada versi 2009 hanya sebagai inisiator dalam menata formasi manajemen risiko. Kini pada versi teranyarnya, ISO 31000 menempatkan tata kelola risiko sebagai bagian yang terus berlanjut dan tidak terpisahkan dalam seluruh proses manajemen risiko di perusahaan.
  2. Manajemen Risiko: Luwes terhadap Perubahan 
    Manajemen risiko dikenal mesti bersifat dinamis, iteratif, dan responsif terhadap perubahan, serta menekankannya pada sikap untuk konsisten mengulang. Sebab, dengan lingkungan bisnis yang sangat dinamis, terus berubah, dan memicu pelbagai ketidakpastian selayaknya tren “new normal”, manajemen risiko pada organisasi harus lebih sigap beradaptasi dengan perubahan. 
  3. Penekanan Proses Pendokumentasian dan Pelaporan 
    ISO 31000 tahun 2018 membawa pesan yang sangat jelas bahwa dokumentasi dan pelaporan merupakan rangkaian yang krusial dalam proses manajemen risiko yang efektif.
  4. Keterlibatan Eksternal Meningkat
    ISO 31000:2018 menegaskan bahwa proses manajemen risiko harus terbuka terhadap masukan dari eksternal organisasi. Dengan bersikap terbuka, perusahaan akan lebih adaptif terhadap perubahan, dinamika industri, dan efek quantum leap dalam dunia pengetahuan, terlebih teknologi informasi komunikasi.
  5. Integrasi ke Dalam Seluruh Proses Bisnis Perusahaan
    ISO 31000:2018 menekankan pada integrasi manajemen risiko ke dalam seluruh proses perusahaan, mulai dari pengambilan keputusan, pengelolaan kinerja, inovasi, pencapaian sasaran organisasi, dan kepemimpinan. Untuk itu diperlukan komitmen, dan keterlibatan aktif semua pihak di dalam perusahaan menjadi kunci terintegrasinya proses terbaik pada manajemen risiko.

Share
  • Categories

  • Topics

  • Follow Us

  • Recent Posts

  • @officialrwi