Contoh RJPP Perusahaan: Template 5 Tahun yang Nyambung ke RKAP

Contoh RJPP Perusahaan: Template 5 Tahun yang Nyambung ke RKAP
RB 4 Februari 2026
Rate this post

RWI Consulting – Contoh RJPP perusahaan yang benar-benar berguna itu bukan kumpulan narasi. RJPP yang eksekusi memaksa tiga hal sejak awal: target kuantitatif per tahun, program kerja plus anggaran yang menggerakkan target, dan proyeksi keuangan serta arus kas yang membiayai program.

Hasil akhirnya bisa dalam RKAP tahun-1 tinggal menyalin dari RJPP, bukan mendebat ulang arah.

Contoh RJPP Perusahaan: Template 5 Tahun yang Nyambung ke RKAP

Di bawah ini contoh RJPP versi “operasional” dalam bentuk template yang bisa Anda pakai untuk perusahaan swasta maupun BUMN. Kami menyusunnya sebagai paket lengkap: struktur bab, tabel inti, dan contoh isian ringkas. Format ini sengaja menonjolkan “mesin turunan RKAP” karena itu titik gagal yang paling sering muncul di lapangan.

Konsultan RJPP Indonesia di 2026

Prinsip desain contoh RJPP ini

  1. Semua sasaran punya angka dan target per tahun (tahun-1 sampai tahun-5).
  2. Semua strategi turun menjadi program lintas fungsi dengan owner, milestone, dan biaya.
  3. Semua angka program masuk ke proyeksi keuangan (P&L, neraca, cashflow).
  4. Semua program punya risiko, indikator pemicu, dan respon ketika deviasi terjadi.
  5. Tahun-1 Anda bungkus menjadi “paket RKAP” agar proses tahunan jadi cepat.

Untuk konteks layanan penyusunan RJPP, lihat halaman RWI Consulting tentang Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

Outline Bab RJPP (versi siap eksekusi)

Bab 0. Ringkasan Eksekutif (2–4 halaman, wajib tajam)

Isi ringkasan eksekutif harus berbentuk tabel, bukan paragraf panjang.

Tabel 0A. KPI Korporat 5 Tahun (contoh)

KPIDefinisi singkatTh1Th2Th3Th4Th5Owner
Pendapatantotal revenue5.0T5.6T6.2T7.0T7.8TDirektur Keuangan
EBITDA marginEBITDA/Revenue18%19%20%21%22%Direktur Keuangan
Pangsa pasarmarket share9%10%11%12%13%Direktur Komersial
OEE pabrikefektivitas aset70%74%77%80%82%Direktur Operasi
LTIFRkeselamatan kerja0.80.60.50.40.4HSE Head

Tabel 0B. 10 Program Strategis (contoh)

ProgramTujuanDeliverable utamaMulai–SelesaiCAPEX/OPEXOwner
Modernisasi Line Anaikkan OEEupgrade mesin + trainingTh1–Th2120MOperasi
Efisiensi energiturunkan biayaretrofit + monitoringTh1–Th360MOperasi
Digital salesnaikkan konversiCRM + analyticsTh1–Th225MKomersial
Ekspansi area timurtambah revenue2 depot baruTh2–Th4180MBisdev

Tabel 0C. Pendanaan & batas risiko (contoh)

ItemKebijakan
Leverage targetNet Debt/EBITDA maksimum 2.5x
Likuiditas minimumCash + committed line ≥ kebutuhan 3 bulan
Capex gatecapex >50M wajib komite investasi
Trigger eskalasijika DSCR turun <1.2x, freeze capex diskresioner

Ringkasan seperti ini membuat Direksi langsung melihat “angka, program, uang, risiko”. Anda menghemat puluhan jam rapat.

Bab 1. Profil Perusahaan & Baseline Kinerja

Tujuan bab ini: memberi baseline yang konsisten untuk seluruh proyeksi.

Minimum isi:

  • Struktur bisnis (produk, kanal, wilayah)
  • Kapabilitas inti dan bottleneck
  • Baseline 3–5 tahun: revenue, margin, capex, cash conversion cycle
  • Kondisi aset: kapasitas, utilisasi, downtime

Tabel 1A. Baseline operasi (contoh)

Pabrik/UnitKapasitas terpasangUtilisasiDowntime utamaRisiko dominan
Pabrik 1100k ton78%sparepart imporsupply chain
Pabrik 260k ton65%kualitas bahan bakukualitas

Bab 2. Evaluasi RJPP Periode Sebelumnya (kalau ada)

Banyak dokumen gagal di sini karena hanya “menceritakan capaian”, bukan mengunci penyebab deviasi dan keputusan korektif. Format yang berguna selalu berbentuk matriks target vs realisasi vs tindakan.

Tabel 2A. Matriks RJPP–RKAP–Realisasi (contoh)

TahunTarget RJPPTarget RKAPRealisasiDeviasiPenyebab utamaKeputusan korektif
Th-15.2T5.1T4.7T-8%demand turunubah mix produk + renegosiasi kontrak
Th-1OEE 75%74%71%-3ptdowntimekontrak service + stok critical spare

Output bab ini wajib “mengubah desain RJPP baru”. Kalau tidak ada perubahan desain, evaluasi Anda hanya kosmetik.

Bab 3. Analisis Lingkungan & Skenario

Jangan berhenti di SWOT. Pakai 3 skenario yang benar-benar mengubah angka dan prioritas.

Tabel 3A Skenario (contoh)

SkenarioAsumsi kunciDampak ke revenueDampak ke marginRespon strategi
Basepertumbuhan normal+8%/thstabileksekusi program inti
Downsideharga bahan naik+4%/th-2ptefisiensi dipercepat + capex ditunda
Upsidepermintaan melonjak+12%/th+1pttambah shift + ekspansi lebih cepat

Skenario base menjadi asumsi RJPP. Skenario downside Anda pakai untuk stress test internal agar rencana tidak rapuh.

Bab 4. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan KPI per Tahun

Competency Building

Kuncinya: KPI korporat harus stabil definisinya selama 5 tahun. Jangan ganti rumus tiap tahun.

Tabel 4A. KPI Korporat + definisi (contoh)

KPIRumusSumber dataFrekuensiOwner
EBITDA marginEBITDA/RevenuefinancebulananCFO
Cash conversion cycleDSO+DIO-DPOfinance+opsbulananCFO/COO

Bab 5. Strategi dan Kebijakan (korporat, bisnis, fungsional)

Tulis strategi dalam bentuk pilihan dan trade-off.

  • Fokus segmen apa, keluar dari apa
  • Fokus wilayah mana
  • Kebijakan pricing, procurement, inventory, capex gate, people

Output bab ini harus “mengunci” program kerja. Strategi tanpa program hanya slogan.

Bab 6. Program Kerja 5 Tahun + Anggaran + Milestone

Ini jantung RJPP operasional. Setiap program wajib punya:

  • tujuan terukur
  • deliverable per kuartal/semester
  • biaya (capex/opex)
  • owner
  • dependensi
  • risiko utama

Tabel 6A. Program card (contoh ringkas)

ProgramKPI terdampakMilestone Th1Biaya Th1Biaya totalOwnerDependensi
Modernisasi Line AOEE, marginvendor selected, install70M120MCOOprocurement, shutdown plan

Bab 7. Proyeksi Keuangan (P&L, Neraca, Cashflow) + Asumsi

RJPP yang nyambung ke RKAP selalu memuat proyeksi arus kas yang “membayar” program.

Tabel 7A. Proyeksi cashflow ringkas (contoh)

ItemTh1Th2Th3Th4Th5
Operating CF420M480M560M640M720M
CAPEX(250M)(210M)(180M)(150M)(140M)
Net financing60M20M0(30M)(40M)
Ending cash180M220M300M360M420M

Aturan kualitas:

  • Anda pisahkan capex maintenance vs growth.
  • Anda tampilkan covenant/rasio kunci (DSCR, leverage) per tahun.
  • Anda pasang guardrail likuiditas minimum.

Bab 8. Risiko Terintegrasi: Risk Appetite, KRI, Trigger, Mitigasi

RJPP yang kuat memaksa perusahaan menetapkan batas toleransi sebelum ekspansi berjalan. Dalam praktik, Anda pakai risk appetite dan KRI (Key Risk Indicator) untuk memicu keputusan, bukan menunggu uang habis.

Tabel 8A. Risk appetite & trigger (contoh)

Area risikoAppetite/limitKRIThresholdAksi saat tembus
Likuiditascash cover ≥3 bulancash cover<2.5 bulanfreeze capex diskresioner + tarik committed line
Produksidowntime max 6%downtime rate>7%maintenance blitz + vendor support
Kredit pelangganNPL max 2%overdue >90d>2.5%stop shipment selektif + revisi term

Jika Anda butuh contoh konsep trigger level dan tata kelola aktivasi rencana darurat, lihat artikel Contingency Plan adalah dan layanan Contingency Plan Services sebagai linkwheel konseptual ke disiplin “indikator pemicu dan respon”.

Bab 9. Matriks Keterkaitan (mesin turunan RKAP)

Matriks ini menyambungkan semuanya: sasaran → strategi → kebijakan → program → KPI → anggaran.

Tabel 9A. Matriks keterkaitan (contoh)

SasaranStrategiKebijakanProgramKPIAnggaran Th1
Naikkan marginefisiensi energicapex gate efisiensiretrofit + monitoringEBITDA margin25M
Naikkan kapasitasmodernisasi lineshutdown policymodernisasi Line AOEE70M

Tanpa matriks ini, RKAP mudah berubah jadi daftar belanja.

Bab 10. Paket Turunan RKAP Tahun-1 (lampiran wajib versi operasional)

Buat satu lampiran yang bisa langsung dipakai tim budgeting.

Isi minimum:

  • KPI tahun-1 final
  • program tahun-1 final + milestone + anggaran
  • asumsi base tahun-1
  • risk register tahun-1 + KRI threshold + action plan
  • capex list + prioritas + approval gate

Ini membuat proses RKAP menjadi mekanis seperti yang Anda inginkan: RJPP mengunci arah, RKAP mengeksekusi.

Untuk referensi format RKAP yang menekankan garis lurus dari RJPP ke program dan anggaran, rujuk format RKAP BUMN berbasis risiko.

Contoh “mini-RJPP” (ringkas 2 halaman) untuk perusahaan manufaktur

Berikut contoh yang sengaja saya tulis ringkas agar Anda bisa membayangkan output final.

Ringkasan:

  • Target 5 tahun: revenue naik dari 5.0T ke 7.8T; margin naik 18% ke 22%; OEE naik 70% ke 82%.
  • 4 program prioritas: modernisasi line, efisiensi energi, digital sales, ekspansi depot.
  • Pendanaan: operating cashflow menutup capex; perusahaan jaga cash cover minimal 3 bulan.
  • Risiko utama: supply chain sparepart, volatilitas bahan baku, downtime, risiko kredit pelanggan.
  • Trigger eksekusi: DSCR <1.2x atau cash cover <2.5 bulan memicu pembekuan capex diskresioner.

Lampiran RKAP tahun-1:

  • KPI Th1: revenue 5.0T; EBITDA margin 18%; OEE 70%; cash cover ≥3 bulan.
  • Anggaran program Th1: modernisasi 70M; CRM 15M; efisiensi energi 10M; persiapan depot 8M.
  • Risk action Th1: kontrak vendor critical spare, kebijakan inventory buffer, revisi credit term untuk segmen berisiko.

Mini-RJPP seperti ini sudah cukup untuk menggerakkan budgeting tanpa debat ulang.

Kesalahan yang membuat “contoh RJPP” jadi tidak kepakai

  1. KPI tidak punya target per tahun, hanya target akhir periode.
  2. Program tidak punya biaya dan milestone, jadi tim tidak bisa mengeksekusi.
  3. Proyeksi cashflow tidak meng-cover capex, jadi rencana tidak feasible.
  4. Risiko hanya narasi, tidak punya KRI dan trigger, jadi organisasi tidak punya tombol aktivasi.
  5. Tidak ada lampiran paket RKAP tahun-1, jadi proses tahunan kembali improvisasi.

Baca juga (linkwheel)

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top