Daftar Sertifikasi BNSP di RWI: CRA dan CRP (Jalur Kompetensi Manajemen Risiko)

RWI Consulting – Di RWI, daftar sertifikasi yang terhubung ke jalur BNSP hanya dua: CRA (Certified Risk Associate®) dan CRP (Certified Risk Professional®).
Dua sertifikasi ini membentuk jalur kompetensi dari fondasi (CRA) ke tingkat lanjutan (CRP), dan RWI memang menyatakan menyediakan 2 program sertifikasi manajemen risiko (bukan banyak-banyakan judul).
Poin pentingnya: perusahaan memakai CRA dan CRP untuk mengunci kualitas SDM pengelola risiko, lalu mengubah kompetensi itu menjadi sistem kerja (ERM), pelaporan, dan pengambilan keputusan berbasis risiko.
Daftar Sertifikasi BNSP di RWI: CRA dan CRP (Jalur Kompetensi Manajemen Risiko)

- Ringkasan daftar sertifikasi BNSP di RWI
- Posisi: fondasi kompetensi manajemen risiko
- Sasaran: membangun baseline yang seragam untuk risk owner dan fungsi pendukung risiko
- Output utama: pemahaman proses risiko + artefak kerja (contoh paling umum: risk register)
Posisi: lanjutan untuk profesional berpengalaman yang memimpin strategi risiko kompleks
Desain: selaras ISO 31000:2018 dan regulasi BUMN PER-2/MBU/03/2023. Output utama: kemampuan membangun/menajamkan sistem manajemen risiko dan menggerakkan implementasi.
Kenapa RWI membatasi BNSP hanya CRA dan CRP
RWI menempatkan CRA–CRP sebagai “jalur inti” yang menutup dua kebutuhan organisasi:
- Baseline kompetensi untuk banyak orang (CRA)
Perusahaan butuh bahasa risiko yang sama di seluruh unit. CRA memberi fondasi yang terstandar sehingga risk owner tidak mengisi risk register dengan gaya bebas. - Kapasitas memimpin sistem (CRP)
Perusahaan butuh orang yang bisa mengubah fondasi itu menjadi kebijakan, kerangka kerja, prioritas, dan mekanisme monitoring. CRP dirancang untuk kebutuhan ini, termasuk penyelarasan dengan standar dan regulasi yang relevan.
Hasilnya: perusahaan tidak “koleksi sertifikat”, tetapi membangun rantai kompetensi yang masuk akal.
Mekanisme BNSP: peran LSP-PM/LSPPM dalam sertifikasi
Dalam materi korporat RWI, LSP-PM/LSPPM muncul sebagai mitra sertifikasi, dan dijelaskan bahwa LSPPM menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja dengan izin BNSP. Pada praktiknya, organisasi biasanya menempatkan RWI sebagai pihak pelatihan/persiapan dan LSP sebagai pihak pelaksana uji kompetensi.
Implikasi untuk tata kelola perusahaan:
- perusahaan bisa menautkan sertifikasi ke pemenuhan kompetensi jabatan (risk owner, fungsi risiko, SPI, komite),
- perusahaan bisa menuntut output portofolio (risk register dan artefak lain) sebagai bukti kompetensi kerja, bukan sekadar kehadiran kelas.
Bedanya CRA vs CRP, dalam bahasa penugasan kerja
CRA cocok untuk:
- risk owner/unit kerja yang baru memegang peran risiko,
- staf fungsi risiko yang perlu fondasi proses dan dokumentasi,
- tim proyek yang perlu cepat “selaras bahasa” sebelum implementasi ERM.
Perusahaan yang menargetkan CRA biasanya ingin hasil cepat: risk register lebih rapi, kriteria lebih konsisten, dan eskalasi risiko lebih tertib.
CRP cocok untuk:
- pimpinan fungsi manajemen risiko,
- penggerak GRC lintas unit,
- role yang memimpin penyusunan kebijakan, kerangka, risk appetite, dan mekanisme pelaporan.
CRP menargetkan kompetensi memimpin strategi risiko kompleks dan menuntut keselarasan dengan ISO 31000:2018 dan PER-2/MBU/03/2023.
Cara perusahaan memakai CRA dan CRP sebagai sistem (bukan event)
Model yang stabil biasanya memakai 3 lapis:
Lapis 1 — Standarisasi (CRA)
- tetapkan CRA sebagai baseline untuk risk owner dan peran yang mengisi risk register,
- pakai template risk register yang sama,
- pakai satu kamus kriteria risiko (impact–likelihood–control effectiveness).
Target output: kualitas input risiko seragam.
Lapis 2 — Penguatan governance (CRP)
- tetapkan CRP untuk pemilik sistem dan pengambil keputusan risiko,
- gunakan CRP untuk menyusun kebijakan/kerangka dan mekanisme pelaporan,
- integrasikan ke standar (ISO 31000) dan regulasi yang relevan
Target output: organisasi bisa mengelola portofolio risiko, bukan sekadar daftar risiko.
Lapis 3 — Operasionalisasi (implementasi ERM)
RWI menempatkan CRA–CRP sebagai jalur yang berujung ke implementasi, bukan berhenti di kelas: “from foundational (CRA), to advanced (CRP)”
Perusahaan yang serius akan langsung menautkan lulusan CRP ke pekerjaan nyata: penguatan ERM, pengukuran risk appetite, dan perbaikan mekanisme monitoring.
“Daftar” yang dibutuhkan HR dan GRC: mapping jabatan → sertifikasi

Gunakan mapping sederhana ini agar penugasan tegas:
- Risk Owner Unit / PIC Risiko: CRA
- Staf fungsi manajemen risiko (entry–mid): CRA (lalu naik ke CRP jika jadi lead)
- Manajer/Head of Risk / Sekper GRC: CRP
- SPI / assurance yang menilai efektivitas risiko: minimal CRA; CRP untuk role yang memimpin audit berbasis risiko
- Komite risiko / eksekutif pemilik keputusan: CRP sebagai baseline bahasa dan governance
Tujuan mapping ini: perusahaan menghindari mismatch “role senior tapi hanya paham terminologi” atau “role operasional tapi tidak bisa mendokumentasikan risiko”.
Bridge ke produk RWI (tanpa mengaburkan fokus CRA–CRP)
Fokus tetap CRA dan CRP sebagai core BNSP. Bridge-nya harus logis dan langsung menghasilkan output organisasi:
- CRA/CRP → Enterprise Risk Management (ERM) Implementation
CRA menstabilkan input, CRP mengunci governance. Implementasi ERM lalu mengubahnya menjadi sistem kerja. - CRA/CRP → Risk Dashboard / Risk Early Warning System
Setelah risk register dan indikator stabil, perusahaan bisa membangun monitoring yang bisa dipakai Direksi. - CRA/CRP → Contingency Plan & Stress Testing
CRP memudahkan organisasi menetapkan indikator/trigger dan memimpin uji ketahanan berbasis skenario.
Bridge ini menjaga sertifikasi tetap menjadi produk inti, lalu layanan lain berfungsi sebagai “pengungkit hasil”.
FAQ
Sertifikasi BNSP di RWI ada apa saja?
Di RWI, jalur sertifikasi nasional yang ditampilkan sebagai program inti adalah CRA dan CRP dan RWI menyatakan menyediakan 2 program sertifikasi manajemen risiko.
Apa pembeda paling tegas CRA dan CRP?
CRA membangun fondasi kompetensi; CRP menargetkan profesional berpengalaman untuk memimpin strategi risiko kompleks dan diselaraskan dengan ISO 31000:2018 serta PER-2/MBU/03/2023.
Baca juga:
- Sertifikasi CRP: Pilar Penting dalam Manajemen Risiko
- Sertifikasi CRA: Jalan Menuju Pengelolaan Risiko
- Badan Sertifikasi Manajemen Risiko
- Peran Business Model Canvas
- Training Manajemen Risiko






