Optimalisasi Penilaian Risiko Manajemen Internal: Kunci Tata Kelola BUMN yang Berkelanjutan

Optimalisasi Penilaian Risiko Manajemen Internal: Kunci Tata Kelola BUMN yang Berkelanjutan
RB 11 Juli 2025
5/5 - (2 votes)

RWI Consulting – Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang memikul peran strategis dalam perekonomian nasional, manajemen risiko yang kuat dan tata kelola yang adaptif justru menjadi keunggulan kompetitif yang menentukan. Di sinilah Tim Penilai Internal Risk Maturity Index (RMI) mengambil peran penting.

Baca: Teknis Perhitungan Penilaian RMI: Memastikan Objektivitas dan Transparansi Evaluasi Manajemen Risiko

Mereka bukan sekadar auditor yang datang untuk memberi skor. Tim ini adalah mitra strategis yang mencerminkan sejauh mana sebuah organisasi benar-benar memahami risiko, membaca peluang, dan menyiapkan diri untuk masa depan.

Menyelami Esensi Penilaian Risiko Manajemen Internal (RMI)

Penilaian Risiko Manajemen Internal (RMI) bukan sekadar proses evaluasi ia adalah cara organisasi berkaca secara objektif. Dirancang sebagai proses yang sistematis dan independen, RMI mengevaluasi seberapa efektif sistem manajemen risiko yang diterapkan.

Ini mencakup segalanya: apakah kontrol internal berjalan sebagaimana mestinya, apakah kebijakan dan prosedur betul-betul dijalankan, dan apakah pendekatan manajemen risiko benar-benar sejalan dengan arah dan strategi bisnis perusahaan.

Bagi BUMN, arti RMI lebih dari sekadar kewajiban. Mengelola dana publik dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat membuat transparansi dan akuntabilitas bukan pilihan, tapi keharusan.

Di sini, RMI hadir sebagai alat untuk memastikan setiap keputusan besar diambil dengan pemahaman risiko yang utuh. Ini bukan soal menghindari kesalahan saja, tapi tentang membangun kepercayaan menunjukkan bahwa perusahaan tak hanya bertanggung jawab secara finansial, tapi juga sosial. Dengan begitu, RMI menjadi pilar penting dalam menjaga reputasi, keberlanjutan, dan legitimasi BUMN di mata publik.

Pilar Utama: Pembentukan dan Kewenangan Tim Penilaian Internal

Pembentukan Tim Penilaian Internal RMI bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah mandat strategis yang lahir dari kebutuhan akan pengawasan independen dan objektif. Berdasarkan panduan yang ada, Direktur yang membidangi pengelolaan Risiko memiliki kewenangan penuh untuk membentuk dan menetapkan tim ini melalui Surat Keputusan Direktur.

Langkah ini menggarisbawahi komitmen manajemen puncak terhadap pentingnya fungsi penilaian internal dan memberikan landasan hukum yang kuat bagi operasional tim.

Surat Keputusan Direktur ini tidak hanya berfungsi sebagai dasar pembentukan, tetapi juga sebagai piagam yang mendefinisikan ruang lingkup, tanggung jawab, dan kewenangan Tim Penilaian Internal.

Baca: Risk Maturity Index Assessment

Hal ini memastikan bahwa tim memiliki otonomi yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya tanpa intervensi yang tidak semestinya, sehingga objektivitas dan integritas penilaian dapat terjaga. Sebuah tim yang dibentuk dengan landasan yang kokoh akan mampu memberikan rekomendasi yang valid dan berkontribusi secara signifikan terhadap perbaikan berkelanjutan.

Risk-Maturity-Index-(RMI)-Assessment

Mengukir Kompetensi: Kualifikasi Anggota Tim Penilai

Integritas dan kompetensi adalah dua pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota Tim Penilaian Internal RMI. Panduan yang diberikan menguraikan kualifikasi yang ketat, memastikan bahwa tim diisi oleh individu-individu yang mumpuni:

  • Memahami Dimensi, Parameter, dan Kriteria Penilaian RMI
  • Memiliki Pengetahuan Manajemen Risiko yang Baik
  • Memiliki Sertifikasi di bidang Manajemen Risiko
  • Memiliki Pengetahuan yang Cukup Mengenai Proses Bisnis BUMN
  • Memiliki Integritas dan Mampu Bersikap Independen
  • Mampu Mengevaluasi Dokumen secara Terperinci
  • Memiliki Keterampilan Wawancara

Komposisi tim yang memenuhi kualifikasi ini tidak hanya menjamin kualitas penilaian, tetapi juga membangun kepercayaan dari pihak-pihak yang dinilai.

Komposisi Tim: Menjaga Independensi dan Objektivitas

Struktur tim Penilaian RMI dirancang untuk memastikan independensi dan objektivitas, terutama ketika melibatkan BUMN dan anak perusahaannya.

  • Tim Penilai berasal dari BUMN dan Anak Perusahaan BUMN
  • Tim dari anak perusahaan tidak menilai perusahaan asalnya
  • Penilaian di BUMN Induk dilakukan oleh tim dari luar BUMN induk

Penilaian untuk BUMN Tanpa Anak Perusahaan: Fleksibilitas dalam Independensi

Untuk BUMN tanpa anak perusahaan, Penilaian RMI dilakukan oleh Tim Penilaian Internal dari Lini Kedua dan Ketiga yang diketahui oleh Lini Ketiga. Struktur ini tetap menjamin objektivitas.

Catatan Penting: Dukungan Eksternal untuk Optimalisasi Penilaian

BUMN dapat menggunakan bantuan instansi pemerintah yang kompeten di bidang Tata Kelola Perusahaan melalui penunjukan langsung oleh Direksi. Ini memungkinkan pandangan objektif dari luar dan penerapan praktik terbaik.

Membangun Budaya Risiko yang Berkelanjutan

Fungsi Tim Penilaian Internal RMI adalah katalisator untuk membangun budaya risiko yang proaktif dan adaptif. Mereka berperan sebagai agen perubahan, membina dan mengedukasi organisasi agar manajemen risiko menjadi bagian dari DNA perusahaan.

Kesimpulan: RMI sebagai Fondasi Resiliensi BUMN

Tim Penilaian Internal RMI adalah fondasi bagi resiliensi BUMN. Dari proses pembentukan, kualifikasi anggota, hingga komposisi tim yang menjamin independensi, semua dirancang untuk menghasilkan penilaian yang akurat dan terpercaya. Dukungan eksternal memperkuat proses ini. Tim ini tak hanya mengidentifikasi risiko, tapi juga mendorong terciptanya budaya organisasi yang sadar risiko dan bertanggung jawab.

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top