Contoh Soal Manajemen Risiko dan Jawabannya

Contoh Soal Manajemen Risiko dan Jawabannya
RB 5 Agustus 2024
Rate this post

RWI Consulting – Manajemen risiko membantu organisasi mengenali ketidakpastian, mengukur dampaknya, lalu memilih respons yang paling masuk akal. Banyak tim paham definisi risiko, tetapi sering tersandung ketika harus menerjemahkan konsep ke pekerjaan harian: menyusun risk register yang rapi, menetapkan prioritas, dan membuat rencana mitigasi yang realistis.

Artikel ini menyajikan contoh soal manajemen risiko dalam tiga format: pilihan ganda, studi kasus, dan essay. Kamu bisa memakainya untuk latihan internal, materi onboarding, atau simulasi assessment lintas unit. Kalau kamu butuh peta proses lengkap yang menjadi “tulang punggung” latihan ini, kamu bisa rujuk ringkasan alur proses ISO 31000:2018 di Manajemen Risiko ISO 31000.

Baca: Buku Manajemen Risiko: Panduan untuk Meningkatkan Keterampilan Anda

Cara memakai soal-soal ini (biar tidak sekadar hafalan)

  • Untuk studi kasus, jangan cari “jawaban benar absolut”. Cari jawaban yang konsisten: selaras dengan konteks, kriteria, dan prioritas.
  • Kerjakan dulu tanpa melihat jawaban.
  • Setelah itu, bandingkan jawabanmu dengan pembahasan.

A. Contoh Soal Pilihan Ganda Manajemen Risiko (Beserta Jawaban)

Soal 1

Pernyataan yang paling tepat tentang “risiko” dalam konteks organisasi adalah…
A. Masalah yang sudah terjadi dan pasti merugikan
B. Ketidakpastian yang bisa memengaruhi pencapaian tujuan
C. Biaya yang muncul setelah proyek selesai
D. Kegagalan yang selalu berasal dari faktor internal

Jawaban: B
Pembahasan: Risiko berkaitan dengan ketidakpastian dan hubungannya dengan tujuan. Masalah yang sudah terjadi biasanya masuk kategori isu atau kejadian, bukan risiko.

Soal 2

Tim menyusun risk register. Elemen yang paling membantu untuk membedakan risiko antar unit adalah…
A. Judul risiko yang catchy
B. Nama orang yang menulis risiko
C. Deskripsi penyebab dan dampak yang jelas
D. Warna tabel yang konsisten

Jawaban: C
Pembahasan: Risiko butuh konteks. Penyebab (cause) dan dampak (impact) membantu unit lain memahami “mengapa” dan “apa akibatnya”.

Soal 3

Yang termasuk contoh “risk owner” adalah…
A. Orang yang menemukan risiko pertama kali
B. Pihak yang bertanggung jawab memastikan respons risiko berjalan
C. Tim audit yang memeriksa dokumen risiko
D. Vendor yang menyediakan sistem

Jawaban: B
Pembahasan: Risk owner memegang tanggung jawab atas pengelolaan risiko, termasuk keputusan respons dan tindak lanjut.

Soal 4

Jika organisasi menilai risiko sebelum mempertimbangkan kontrol yang sudah ada, tim sedang menilai…
A. Residual risk
B. Inherent risk
C. Risk limit
D. Risk appetite

Jawaban: B
Pembahasan: Inherent risk menggambarkan tingkat risiko “mentah” sebelum kontrol. Residual risk menggambarkan risiko setelah kontrol berjalan.

Soal 5

Tindakan berikut yang paling tepat untuk “risk treatment” adalah…
A. Mengabaikan risiko karena jarang terjadi
B. Memindahkan semua risiko ke unit lain
C. Memilih opsi respons dan menyusun rencana aksi
D. Menghapus risiko dari risk register agar rapih

Jawaban: C
Pembahasan: Risk treatment mencakup pemilihan respons (mengurangi, menghindari, membagi, menerima) lalu menjalankan rencana aksi yang terukur.

Soal 6

Tim memakai skala dampak dan kemungkinan. Tujuan utama skala ini adalah…
A. Membuat laporan terlihat formal
B. Menentukan prioritas risiko secara konsisten
C. Menambah jumlah risiko agar lengkap
D. Menyamakan semua risiko jadi level menengah

Jawaban: B
Pembahasan: Skala yang konsisten membantu organisasi membandingkan risiko lintas unit dan menetapkan prioritas.

Soal 7

Risk appetite paling tepat kamu pahami sebagai…
A. Batas angka operasional harian
B. Selera organisasi terhadap jenis dan tingkat risiko untuk mencapai tujuan
C. Daftar kontrol yang wajib diterapkan
D. KPI departemen yang harus tercapai

Jawaban: B
Pembahasan: Risk appetite menjelaskan sikap organisasi terhadap risiko. Untuk pendalaman konsep appetite vs tolerance, kamu bisa rujuk https://rwi.co.id/apa-itu-risk-appetite-dan-risk-tolerance-di-perusahaan/

Soal 8

Risk tolerance paling tepat kamu pahami sebagai…
A. Rentang deviasi yang masih organisasi izinkan terhadap target
B. Semua risiko harus nol
C. Dokumen SOP operasional
D. Jenis risiko yang paling sering terjadi

Jawaban: A
Pembahasan: Tolerance memberi batas deviasi yang masih dapat diterima sebelum tim perlu eskalasi atau mitigasi.

Soal 9

Risk limit paling tepat menggambarkan…
A. Gaya komunikasi manajemen
B. Batas operasional/kuantitatif yang menjadi rem kontrol
C. Daftar kebijakan SDM
D. Nilai aset perusahaan

Jawaban: B
Pembahasan: Risk limit membantu tim menerjemahkan appetite/tolerance menjadi batas yang bisa dijaga setiap hari. Kamu bisa lihat pembahasan risk limit lebih lengkap di https://rwi.co.id/risk-limit-dalam-manajemen-risiko/

Soal 10

Ketika indikator risiko melewati ambang yang disepakati dan tim perlu memberi sinyal lebih dini, organisasi biasanya memakai…
A. KRI (Key Risk Indicator)
B. KPI (Key Performance Indicator)
C. SLA (Service Level Agreement)
D. SOP (Standard Operating Procedure)

Jawaban: A
Pembahasan: KRI membantu tim memantau perubahan risiko sebelum dampak terjadi penuh.

B. Contoh Soal Studi Kasus Manajemen Risiko (Beserta Jawaban)

Bagian ini sengaja memakai format “mirip kerjaan nyata”. Kamu bisa membaginya ke workshop 60–90 menit per kasus.

Studi Kasus 1: Proyek Konstruksi Jembatan

Kamu memimpin proyek pembangunan jembatan dengan tenggat ketat. Proyek melibatkan banyak vendor, pekerjaan lapangan, dan pekerjaan yang bergantung cuaca.

Tugas:

  1. Tulis 5 risiko utama (bukan hanya “judul”, tapi sebab + dampak).
  2. Pilih 2 risiko prioritas dan jelaskan alasan prioritasnya.
  3. Susun treatment plan singkat untuk 2 risiko itu (aksi, PIC, due date).

Contoh jawaban (ringkas dan terukur):

  1. Keterlambatan material
  • Sebab: vendor utama sering terlambat kirim.
  • Dampak: jadwal molor, biaya tenaga kerja naik, risiko penalti meningkat.
  1. Cuaca ekstrem
  • Sebab: periode hujan panjang pada fase pekerjaan tertentu.
  • Dampak: produktivitas turun, kualitas pekerjaan menurun, risiko rework naik.
  1. Kecelakaan kerja
  • Sebab: disiplin penggunaan APD menurun, pengawasan lapangan lemah.
  • Dampak: cedera, penghentian kerja, reputasi turun.
  1. Perubahan desain mendadak
  • Sebab: perubahan kebutuhan pemilik proyek atau temuan teknis.
  • Dampak: scope creep, biaya membengkak, konflik kontrak.
  1. Gangguan masyarakat sekitar
  • Sebab: komunikasi publik minim, akses jalan terganggu.
  • Dampak: protes, hambatan operasional, keterlambatan.

Prioritas contoh: cuaca ekstrem + kecelakaan kerja (dampak tinggi, peluang relatif nyata, memengaruhi jadwal dan keselamatan).
Treatment contoh:

  • Cuaca: atur jadwal kerja fleksibel, tambah buffer untuk aktivitas kritis, siapkan metode kerja alternatif.
  • Kecelakaan: lakukan briefing keselamatan harian, audit kepatuhan APD, perkuat supervisi, tetapkan sanksi dan reward yang jelas.

Studi Kasus 2: Asuransi Jiwa (Evaluasi Risiko Klien)

Seorang agen menilai calon nasabah untuk polis jiwa. Agen perlu mengukur risiko agar perusahaan memberi premi yang sesuai.

Tugas: sebutkan 5 faktor risiko yang relevan dan jelaskan cara agen memvalidasinya.

Contoh jawaban:

  • Usia: agen cek identitas resmi.
  • Riwayat kesehatan: agen minta medical check-up atau dokumen pendukung.
  • Pekerjaan: agen nilai tingkat paparan risiko pekerjaan.
  • Kebiasaan hidup: agen gali pola merokok, olahraga, atau aktivitas berisiko.
  • Riwayat keluarga: agen pakai informasi ini sebagai konteks (bila kebijakan underwriting mengizinkan).

Fokus jawaban bukan pada “benar secara medis”, tetapi pada logika evaluasi risiko: agen menilai faktor, lalu menguatkannya dengan data.

Studi Kasus 3: Gangguan Layanan Digital

Perusahaan menjalankan aplikasi digital untuk pelanggan. Tim operasi mendapati gangguan layanan berulang pada jam sibuk.

Tugas:

  1. Bedakan risiko, penyebab, dan dampak.
  2. Buat 3 opsi respons risiko dan pilih 1 opsi yang paling masuk akal.
  3. Tentukan 2 KRI sederhana.

Contoh jawaban:

  • Risiko: gangguan layanan menghambat transaksi pelanggan.
  • Penyebab: kapasitas server tidak memadai, proses rilis tidak disiplin, monitoring tidak peka.
  • Dampak: transaksi gagal, keluhan meningkat, reputasi turun, potensi kerugian pendapatan.

Opsi respons:

  • Mengurangi risiko: perkuat capacity planning, disiplinkan change management, tambah observability.
  • Membagi risiko: kontrak SLA dengan vendor, gunakan arsitektur redundan.
  • Menerima risiko: terapkan jika dampak rendah dan frekuensi kecil (biasanya tidak cocok untuk layanan inti).

KRI contoh: rasio error rate per 5 menit, rata-rata response time pada jam sibuk.

Studi Kasus 4: Supply Chain Bahan Baku

Pabrik bergantung pada bahan baku impor. Kurs fluktuatif dan lead time pengiriman sering berubah.

Tugas:

  1. Tulis 4 risiko utama.
  2. Jelaskan bagaimana risk appetite memengaruhi keputusan (misalnya: seberapa berani stok rendah vs stok aman).
  3. Ubah appetite menjadi limit sederhana.

Contoh jawaban:

  • Risiko keterlambatan pengiriman, risiko lonjakan biaya kurs, risiko kualitas bahan turun, risiko ketergantungan pada satu vendor.
  • Jika organisasi punya appetite sangat rendah terhadap risiko stop produksi, tim perlu menjaga safety stock.
  • Limit sederhana: tetapkan batas minimum persediaan untuk item kritikal atau batas eksposur pembelian dalam mata uang asing.

Pembahasan appetite/tolerance membantu tim merapikan keputusan seperti ini, dan artikel https://rwi.co.id/apa-itu-risk-appetite-dan-risk-tolerance-di-perusahaan/ bisa kamu jadikan rujukan internal ketika tim berdebat soal batas penerimaan.

C. Contoh Soal Essay Manajemen Risiko (Beserta Jawaban Ringkas)

Essay 1

Jelaskan mengapa organisasi perlu mengintegrasikan manajemen risiko ke pengambilan keputusan harian, bukan hanya ke laporan tahunan.

Jawaban ringkas:
Organisasi butuh risk lens pada keputusan harian karena keputusan harian mengubah eksposur risiko. Integrasi ini membantu organisasi menetapkan prioritas, mengalokasikan sumber daya, dan menutup celah kontrol sebelum masalah membesar.

Essay 2

Uraikan hubungan antara risk appetite, risk tolerance, dan risk limit.

Jawaban ringkas:
Risk appetite menjelaskan selera risiko di level kebijakan. Risk tolerance memberi rentang deviasi yang masih dapat diterima. Risk limit memberi batas operasional yang memaksa kontrol berjalan. Penjelasan risk limit lebih detail ada di https://rwi.co.id/risk-limit-dalam-manajemen-risiko/

Essay 3

Tim punya 30 risiko dalam risk register. Jelaskan cara memilih 5 risiko utama untuk dibahas di rapat manajemen.

Jawaban ringkas:
Tim bisa memilih 5 risiko berdasarkan kombinasi level risiko (dampak dan kemungkinan), kedekatan waktu (near-term), keterkaitan dengan tujuan/KPI, serta kelemahan kontrol. Tim juga perlu mempertimbangkan risiko yang memicu risiko lain.

Essay 4

Berikan contoh cara menulis satu entri risk register yang kuat.

Jawaban ringkas:
Entri yang kuat mencantumkan: tujuan yang terdampak, deskripsi risiko, penyebab, dampak, kontrol yang ada, level inherent/residual, owner, serta rencana tindak lanjut. Hindari judul yang terlalu umum seperti “risiko operasional”.

Essay 5

Jelaskan langkah sederhana untuk membangun risk assessment lintas unit yang konsisten.

Jawaban ringkas:
Tim menyamakan skala dampak/kemungkinan, menetapkan kriteria risiko, menyepakati definisi istilah, lalu menjalankan sesi identifikasi dan penilaian dengan fasilitasi yang konsisten.

D. Bonus: Kunci Praktik yang Sering Menentukan Nilai Jawaban

Banyak peserta menjawab “benar” secara teori, tetapi gagal secara praktik karena tiga hal:

  1. Mereka menulis risiko tanpa sebab dan dampak.
  2. Mereka memberi mitigasi tanpa owner, tanpa tenggat, tanpa indikator.
  3. Mereka menilai risiko tanpa kriteria yang disepakati, lalu membandingkan hasil antar unit.

Kalau organisasi ingin menjalankan latihan ini sebagai risk assessment yang benar-benar menghasilkan profil risiko dan rencana aksi, tim biasanya perlu fasilitasi dan struktur kerja yang rapi. Halaman layanan https://rwi.co.id/konsultan-risk-assessment-and-profiling/ menjelaskan arah layanan untuk risk assessment dan profiling.

Penutup

Contoh soal di atas membantu kamu melatih cara berpikir risiko: membedakan risiko dari isu, menilai prioritas secara konsisten, dan mengubah konsep menjadi tindakan. Kamu bisa mulai dari pilihan ganda untuk menyamakan istilah, lanjut ke studi kasus untuk menguji konsistensi, lalu pakai essay untuk mengukur kedalaman pemahaman.

Kalau kamu ingin menautkan artikel ini ke “payung” yang lebih besar, kamu bisa menempatkannya sebagai artikel pendukung dari proses ISO 31000:2018 di https://rwi.co.id/memahami-proses-manajemen-risiko-menurut-iso-310002018/ supaya pembaca langsung paham konteks prosesnya.

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top