Scope 1, 2, 3 Adalah Apa? Panduan Emisi untuk Perusahaan

Scope 1, 2, 3 Adalah Apa? Panduan Emisi untuk Perusahaan
RB 8 Oktober 2025
Rate this post

RWI Consulting – Banyak tim keberlanjutan memulai perjalanan dengan satu pertanyaan mendasar: scope 1 2 3 itu apa dan bagaimana cara mengukurnya. 

Memahami tiga lingkup emisi membantu tim memetakan sumber emisi, menyusun prioritas, lalu merancang rencana reduksi yang realistis. 

Mengapa Perlu Memahami Scope 1, 2, 3

Klasifikasi ke tiga scope memisahkan mana emisi yang tim kontrol langsung, mana yang muncul karena konsumsi energi, dan mana yang tersebar di rantai nilai. 

Dengan pemisahan ini, prioritas kerja jadi lebih jelas: perbaikan operasi internal, pengelolaan konsumsi listrik, serta kolaborasi dengan pemasok dan pelanggan untuk pengurangan emisi di luar pagar pabrik. 

Istilah scope juga memudahkan pelaporan dan komunikasi karena sudah lazim di praktik penghitungan jejak karbon.

Scope 1, 2, 3 Adalah Apa? Panduan Emisi untuk Perusahaan

Environmental-Social-and-Governance-ESG
Klik di sini untuk konsultasi kebuhan ESG perusahaan Anda.

Scope 1: Emisi Langsung

Definisi singkat. Emisi yang berasal dari sumber milik perusahaan atau sumber yang perusahaan kendalikan langsung.
Contoh umum. Pembakaran bahan bakar untuk proses di lokasi, generator, serta armada kendaraan perusahaan.
Aksi cepat. Efisiensi peralatan, peralihan bahan bakar, peremajaan armada.

Baca: Isu ESG di Indonesia: Tantangan, Tren 2025, dan Arah Tata Kelola

Scope 2: Emisi dari Energi yang Dibeli

Definisi singkat. Emisi tidak langsung dari listrik atau energi lain yang perusahaan beli untuk menjalankan fasilitas. Emisi terjadi pada pembangkit atau penyedia energi, namun terkait dengan operasi perusahaan karena energi tersebut dipakai untuk produksi atau layanan.
Contoh umum. Listrik yang menopang kantor, pabrik, atau pusat data.
Aksi cepat. Efisiensi energi dan, bila tersedia, peralihan ke sumber listrik berintensitas emisi lebih rendah.

Scope 3: Emisi Rantai Nilai

Definisi singkat. Emisi tidak langsung lain di luar scope 2, yang muncul di seluruh rantai nilai hulu maupun hilir.
Contoh umum. Pengadaan barang dan jasa, transportasi pihak ketiga, pembuangan limbah, perjalanan bisnis, komuter karyawan, penggunaan produk oleh pelanggan, serta akhir masa pakai produk.
Aksi cepat. Kemitraan lintas fungsi, kolaborasi dengan pemasok, desain produk yang lebih efisien, dan edukasi pelanggan.

Perbandingan Scope 1, 2, dan 3

AspekScope 1Scope 2Scope 3
Sifat emisiLangsung dari sumber yang perusahaan miliki atau kendalikanTidak langsung dari listrik atau energi yang dibeliTidak langsung lain di rantai nilai hulu dan hilir
Contoh umumPembakaran bahan bakar di fasilitas, kendaraan milik perusahaanKonsumsi listrik untuk operasionalPengadaan, transportasi pihak ketiga, perjalanan dinas, penggunaan produk pelanggan
Tumpuan aksiEfisiensi proses, penggantian bahan bakar, pembaruan armadaEfisiensi energi, pengelolaan konsumsi listrikKeterlibatan pemasok, desain produk, pengelolaan logistik, edukasi pelanggan

Cara Memulai: Pemetaan Emisi yang Realistis


Konsultan-ESG-Assesment
Konsultan-ESG-Assesment

Baca: Manfaat ESG untuk Perusahaan

Langkah awal yang paling masuk akal:

  1. Susun daftar kegiatan dan alur energi yang relevan, lalu kelompokkan ke scope 1, 2, dan 3.
  2. Tentukan area paling material terhadap profil emisi perusahaan.
  3. Jalankan perbaikan cepat pada scope 1 dan 2 melalui efisiensi dan pengelolaan energi.
  4. Bangun momentum pada scope 3 lewat kerja sama rantai nilai karena sumber emisi tersebar di luar kendali langsung.

Cara Menilai Dampak dan Nilai Finansial

Agar penilaian makin operasional, gunakan dua jalur yang saling melengkapi:
Menilai dampak (impact materiality):

  1. Keparahan dampak terhadap lingkungan, masyarakat, atau hak asasi manusia
  2. Jangkauan dampak: lokal, regional, atau global
  3. Durasi dan frekuensi kejadian
  4. Lokasi dampak pada rantai nilai: operasi langsung, pemasok, atau penggunaan produk

Menilai nilai finansial (financial materiality):

  1. Besaran pengaruh terhadap biaya, pendapatan, margin, atau nilai jangka panjang
  2. Probabilitas kejadian dalam horizon waktu pendek, menengah, atau panjang
  3. Keterkaitan dengan strategi: perubahan permintaan pasar, biaya modal, atau lisensi sosial untuk beroperasi

Hasil skoring dari kedua sisi dapat dipetakan ke matriks dua sumbu: satu sumbu untuk dampak ke luar, satu sumbu untuk konsekuensi finansial ke dalam.

Menghubungkan Pemahaman ke Aksi Bisnis

Pemahaman scope 1, 2, dan 3 memberi peta emisi yang lebih jernih. Dari peta itu, tim menyusun prioritas: perbaikan di operasi internal, pengelolaan energi, serta kolaborasi lintas rantai nilai. Semua sumber yang dirangkum sejalan pada manfaat klasifikasi ini: perusahaan bisa menurunkan jejak emisi secara bertahap dan terukur, dengan fokus pada area paling relevan.

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top