Contoh Indikator ESG di Dokumen RJPP

RWI Consulting – Indikator ESG di RJPP berfungsi sebagai alat kendali Direksi untuk memastikan agenda keberlanjutan benar-benar masuk ke strategi dan operasional, bukan berhenti di narasi.
Dokumen RJPP yang kuat menempatkan ESG sebagai bagian dari tujuan, sasaran, indikator, target tahunan, program kerja, serta akuntabilitas unit kerja. Dengan format itu, manajemen bisa menurunkan indikator ESG menjadi RKAP, menetapkan PIC, memantau progres, lalu melakukan koreksi saat kinerja menyimpang.
Contoh Indikator ESG di Dokumen RJPP
Dalam berkas RJPP yang sama, pembahasan ESG menonjolkan fokus pada pengurangan emisi karbon, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, praktik bisnis yang etis, serta keterlibatan dengan komunitas.
Empat fokus ini memberi “kerangka isi” yang jelas untuk menulis indikator ESG di RJPP, tanpa memaksa organisasi mengadopsi indikator yang tidak relevan dengan model bisnisnya.
Jika Anda ingin menempatkan konteks ESG sebagai roadmap yang rapi, Anda bisa menyisipkan rujukan internal berikut di bagian strategi atau roadmap: https://rwi.co.id/roadmap-esg-perusahaan-proses-output/
Mengapa Direksi perlu indikator ESG di RJPP, bukan sekadar program
ESG akan sulit berjalan ketika organisasi hanya menulis daftar inisiatif. Direksi membutuhkan indikator karena indikator membantu tiga keputusan strategis.
Baca juga:
- RJPP Berbasis Risiko
- Metodologi Stress Testing
- RJPP dan Keberlanjutan Bisnis BUMN
- Pentingnya Faktor Lingkungan dalam ESG
- Manajemen Risiko Investasi
Indikator membantu Direksi menetapkan prioritas, karena indikator memaksa organisasi memilih apa yang paling material bagi bisnis dan mandat layanan. Berikutnya indikator membantu Direksi mengunci ritme monitoring, karena indikator memberi sinyal dini sebelum masalah membesar. Terakhir, Indikator membantu Direksi menilai efektivitas program, karena indikator mengukur hasil, bukan aktivitas.
RJPP sudah menyediakan struktur yang cocok untuk kebutuhan itu karena RJPP memuat tujuan, sasaran, indikator, target tahunan, serta penjelasan program kerja. Ketika ESG masuk ke struktur ini, ESG berubah menjadi agenda manajemen yang bisa ditagih.
Prinsip menulis indikator ESG RJPP agar “layak dipakai” di RKAP
Sebelum melihat contoh, Anda perlu mengunci cara pikirnya. Indikator ESG yang kuat mengikuti beberapa prinsip praktis.
Berikutnya,indikator harus terhubung ke tujuan dan sasaran, bukan berdiri sendiri. Selanjutnya, indikator harus menggambarkan hasil yang organisasi kejar, bukan hanya kegiatan yang organisasi lakukan. Indikator harus punya pemilik yang jelas, karena tanpa PIC organisasi akan kehilangan akuntabilitas. Indikator harus memudahkan penurunan ke program kerja dan anggaran, karena RJPP akan menjadi dasar RKAP.
Ketika Direksi membaca indikator, Direksi harus bisa menjawab tiga pertanyaan tanpa diskusi panjang: apa definisinya, siapa pemiliknya, dan program kerja apa yang menggerakkannya.
Cara menempatkan indikator ESG dalam struktur RJPP
Praktik yang paling rapi menempatkan ESG pada dua lapis.
Lapis pertama menempatkan ESG sebagai bagian dari tujuan dan sasaran strategis, sehingga ESG masuk ke peta besar perusahaan. Lapis kedua menempatkan ESG sebagai program kerja lintas fungsi, sehingga unit kerja mengetahui perannya.
Pada lapis pertama, Anda bisa menulis tujuan yang menegaskan keberlanjutan operasi, reputasi, dan kepatuhan pemangku kepentingan, lalu menurunkannya ke sasaran ESG. Pada lapis kedua, Anda bisa mengaitkan sasaran dengan program kerja, PIC, dan target per tahun.
Jika Anda ingin memperkuat keterkaitan RJPP dan penurunan ke RKAP, Anda bisa menautkan konteks RJPP serta turunannya ke RKAP di sini: https://rwi.co.id/rencana-jangka-panjang-perusahaan/
Contoh indikator ESG di RJPP berdasarkan empat fokus utama
Bagian ini memberi contoh indikator yang selaras dengan fokus ESG yang muncul dalam dokumen, dengan gaya penulisan yang cocok untuk tabel tujuan–indikator–target RJPP. Anda bisa menyesuaikan istilah dan PIC sesuai struktur organisasi dan industri.
A. Environmental: pengurangan emisi karbon
Dokumen menempatkan pengurangan emisi karbon sebagai fokus ESG yang relevan untuk BUMN. Dari fokus ini, RJPP bisa memuat indikator yang menilai dampak emisi dan kesiapan organisasi mengelola agenda iklim.
Contoh indikator yang bisa Anda tulis di RJPP:
- Intensitas emisi dari aktivitas operasi utama (indikator ini memudahkan manajemen membandingkan kinerja antar tahun, meski skala bisnis berubah).
- Cakupan data emisi yang tercatat dan tervalidasi pada unit kerja prioritas (indikator ini menilai kedisiplinan pengukuran, bukan sekadar klaim).
- Implementasi inisiatif efisiensi energi pada proses yang paling boros energi (indikator ini mengikat emisi dan efisiensi operasional).
- Kepatuhan pelaporan emisi sesuai kebutuhan pemangku kepentingan internal (indikator ini menekankan tata kelola dan bukti kerja).
Cara menurunkan indikator ke program kerja:
Anda bisa menautkan indikator ini ke program efisiensi energi, perbaikan proses, standardisasi data operasional, serta penguatan pelaporan internal. RJPP akan terlihat matang ketika indikator tidak berdiri sendiri, tetapi “menyala” karena program kerja yang jelas.
B. Environmental: pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan
Dokumen juga menekankan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Fokus ini biasanya menyentuh penggunaan energi, material, dan praktik operasional yang memengaruhi lingkungan.
Contoh indikator yang bisa Anda tulis di RJPP:
- Efisiensi penggunaan sumber daya pada proses utama yang paling material bagi operasi.
- Kepatuhan unit kerja terhadap standar internal pengelolaan sumber daya dan operasional berkelanjutan.
- Implementasi perbaikan proses yang mengurangi pemborosan sumber daya.
- Ketersediaan prosedur dan kontrol kerja yang mengatur penggunaan sumber daya secara disiplin.
Cara menurunkan indikator ke program kerja:
Anda bisa menghubungkan indikator ini dengan program standardisasi prosedur, peningkatan disiplin operasional, audit internal proses, serta pelatihan untuk fungsi yang mengelola aset dan operasi.
C. Social: keterlibatan dan dampak pada komunitas
Dokumen menyebut keterlibatan dengan komunitas sebagai fokus ESG. Pada konteks BUMN, indikator sosial sering menjadi alat Direksi untuk menjaga legitimasi operasi dan menjaga hubungan pemangku kepentingan.
Contoh indikator yang bisa Anda tulis di RJPP:
- Kualitas mekanisme engagement komunitas pada area operasi prioritas (indikator ini menilai proses yang bisa ditinjau Direksi).
- Implementasi program komunitas yang terkait dengan kebutuhan pemangku kepentingan lokal dan keberlanjutan layanan.
- Penyelesaian isu komunitas melalui mekanisme penanganan yang terstruktur dan terdokumentasi.
- Konsistensi pelaporan internal terkait kegiatan komunitas dan hasilnya untuk evaluasi manajemen.
Cara menurunkan indikator ke program kerja:
Anda bisa mengaitkan indikator ini ke program engagement, standar komunikasi, mekanisme penanganan isu, serta pelaporan periodik yang bisa Direksi gunakan untuk menilai risiko reputasi.
D. Governance: praktik bisnis yang etis
Dokumen menekankan praktik bisnis yang etis sebagai unsur governance. Untuk Direksi, governance bukan sekadar kepatuhan. Governance adalah sistem yang menjaga integritas keputusan dan mengurangi risiko yang muncul dari perilaku, konflik kepentingan, dan proses yang lemah.
Contoh indikator yang bisa Anda tulis di RJPP:
- Kepatuhan unit kerja terhadap kebijakan etika dan tata kelola internal yang relevan.
- Ketersediaan mekanisme pengendalian dan pelaporan internal untuk isu etika.
- Konsistensi tindak lanjut atas temuan terkait governance melalui rencana aksi yang terdokumentasi.
- Integrasi aspek governance dalam proses pengambilan keputusan strategis dan operasional.
Cara menurunkan indikator ke program kerja:
Anda bisa menghubungkan indikator ini ke penguatan kebijakan, sosialisasi, mekanisme pelaporan, disiplin tindak lanjut, serta konsolidasi pelaporan ke manajemen.
Contoh format “siap tempel” untuk tabel RJPP (tujuan–indikator–target–PIC)
Agar Anda bisa langsung menyalin ke struktur RJPP, Anda bisa memakai pola narasi berikut saat menulis di WordPress atau saat menyiapkan tabel RJPP.
Mulai dari satu tujuan yang jelas, misalnya “memperkuat keberlanjutan usaha melalui penerapan ESG pada operasi dan tata kelola”. Lalu turunkan sasaran menjadi beberapa butir yang selaras dengan fokus ESG.
Setelah itu, untuk tiap sasaran, tulis indikator yang menilai hasil dan kedisiplinan proses. Tetapkan PIC yang relevan, misalnya fungsi operasi untuk indikator sumber daya, fungsi HSSE atau operasi untuk indikator emisi, fungsi komunikasi atau CSR untuk indikator komunitas, dan fungsi governance atau compliance untuk indikator etika.
Langkah ini membuat Direksi melihat struktur kendali, bukan hanya daftar program.
Mengaitkan indikator ESG RJPP dengan roadmap dan RKAP
Indikator ESG harus mendorong keputusan, bukan hanya pelaporan. Karena itu, RJPP perlu menaruh indikator dalam roadmap.
Roadmap membantu Direksi menetapkan urutan. Pada fase awal, organisasi biasanya memperkuat fondasi seperti definisi indikator, tata kelola data, dan kontrol internal. Pada fase berikutnya, organisasi memperluas implementasi program dan meningkatkan disiplin monitoring. Pada fase berikutnya, organisasi menguatkan integrasi ESG dengan keputusan investasi dan operasi.
Ketika Anda menurunkan RJPP ke RKAP, indikator ESG memberi tiga pegangan: program kerja apa yang berjalan tahun ini, unit mana yang memegang akuntabilitas, serta ritme monitoring apa yang Direksi perlukan.
Kesalahan yang sering menurunkan kualitas indikator ESG di RJPP
Pertama, kesalahan muncul saat organisasi menulis indikator sebagai aktivitas, misalnya “melakukan sosialisasi”, tanpa mengukur hasil atau konsistensi proses.
Kesalahan kedua muncul saat indikator tidak punya definisi yang jelas, sehingga unit kerja menafsirkan indikator secara berbeda. Kesalahan ketiga muncul saat indikator tidak punya PIC, sehingga tindak lanjut tidak berjalan. Kesalahan keempat muncul saat indikator tidak terhubung ke program kerja dan anggaran, sehingga RKAP tidak bisa mengeksekusinya.
Anda bisa menghindari semua kesalahan ini dengan satu disiplin sederhana: setiap indikator harus punya kaitan ke sasaran, program kerja, dan akuntabilitas.
Penutup
Indikator ESG di dokumen RJPP memberi Direksi alat untuk menjaga keberlanjutan bisnis BUMN secara konsisten. Dokumen RJPP yang baik menempatkan ESG sebagai bagian dari strategi dan operasional dengan indikator yang selaras dengan fokus utama, yaitu pengurangan emisi karbon, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, praktik bisnis yang etis, dan keterlibatan komunitas.
Ketika indikator ini terhubung ke roadmap dan turun ke RKAP, ESG berubah menjadi agenda manajemen yang terukur, dapat dipantau, dan mudah dievaluasi.






