RWI Consulting – Dalam dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, memiliki sistem yang menjamin kelangsungan operasional adalah hal yang krusial.
ISO 22301, yang dikenal sebagai BCM 22301, adalah standar internasional yang memberikan panduan komprehensif untuk sistem manajemen kelangsungan bisnis.
Booklet: Business Continuity Management (BCM) Maturity Assessment 2026
Pelajari panduan pengukuran tingkat kematangan Business Continuity Management (BCM) berbasis ISO 22301:2019 dan Business Continuity Maturity Model (BCMM Level 1–6) bersama Deddy Jacobus (Lead Auditor BCMS) dan tim RWI Consulting: 13 ruang lingkup asesmen, evaluasi Corporate Competencies & 4 disiplin BC (Incident, Technology, Business & Security Recovery), hingga penyusunan roadmap peningkatan ketahanan bisnis.
Artikel ini akan membahas pengertian BCM 22301, penerapannya dalam organisasi, dan isi utama dari standar ini.
Dengan memahami dan menerapkan BCM 22301, organisasi dapat lebih siap menghadapi berbagai gangguan, menjaga operasi bisnis tetap berjalan, dan melindungi kepentingan semua pemangku kepentingan.
Pengertian BCM 22301
BCM 22301 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh ISO (International Organization for Standardization) untuk sistem manajemen kelangsungan bisnis (Business Continuity Management System).
Standar ini memberikan panduan dan persyaratan untuk merencanakan, menetapkan, mengimplementasikan, mengoperasikan, memantau, meninjau, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen kelangsungan bisnis dalam suatu organisasi. 1
Penerapan BCM 22301

Penerapan BCM 22301 dalam organisasi bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan mampu bertahan dan melanjutkan operasinya meskipun terjadi gangguan yang signifikan. Proses penerapannya meliputi beberapa langkah kunci sebagai berikut:
1. Menentukan Lingkup:
Organisasi harus memahami konteks eksternal dan internal serta kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk menetapkan lingkup sistem manajemen kelangsungan bisnis.
2. Kepemimpinan dan Komitmen:
Manajemen puncak harus menunjukkan kepemimpinan dan komitmen mereka terhadap sistem manajemen kelangsungan bisnis dengan menetapkan kebijakan, sasaran, dan tanggung jawab yang jelas.
3. Perencanaan:
Organisasi harus mengidentifikasi risiko dan peluang yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memberikan hasil yang diinginkan dari sistem manajemen kelangsungan bisnis. Berdasarkan ini, organisasi harus menetapkan tindakan yang sesuai untuk mengatasi risiko dan memanfaatkan peluang.
4. Dukungan:
Sumber daya yang diperlukan harus tersedia, termasuk kompetensi staf, komunikasi, dan informasi terdokumentasi yang relevan dengan kelangsungan bisnis.
5. Operasi:
Organisasi harus merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan proses yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan kelangsungan bisnis. Ini termasuk mengembangkan strategi dan solusi kelangsungan usaha serta rencana dan prosedur kelangsungan usaha.
6. Evaluasi Kinerja:
Organisasi harus memantau, mengukur, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja kelangsungan bisnis mereka, termasuk melalui audit internal dan tinjauan manajemen.
7. Peningkatan:
Organisasi harus mengambil tindakan untuk meningkatkan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas sistem manajemen kelangsungan bisnis mereka secara berkelanjutan.
BCM 22301 Isi Tentang Apa?
BCM 22301 mencakup berbagai elemen penting yang harus dipenuhi oleh organisasi untuk membangun dan memelihara sistem manajemen kelangsungan bisnis yang efektif. Beberapa aspek utama yang diatur dalam BCM 22301 adalah:
1. Peningkatan:
Mengambil tindakan korektif dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan sistem manajemen kelangsungan bisnis.
2. Konteks Organisasi:
Memahami organisasi dan konteksnya, serta menentukan lingkup sistem manajemen kelangsungan bisnis.
3. Kepemimpinan:
Menunjukkan komitmen dari manajemen puncak dan menetapkan kebijakan kelangsungan bisnis.
4. Perencanaan:
Mengidentifikasi risiko dan peluang serta menetapkan sasaran dan rencana untuk mencapai kelangsungan bisnis.
5. Dukungan:
Menyediakan sumber daya, membangun kompetensi, dan mengelola komunikasi serta informasi terdokumentasi.
6. Operasi:
Merencanakan dan mengendalikan proses kelangsungan bisnis serta mengembangkan dan menerapkan rencana kelangsungan bisnis.
7. Evaluasi Kinerja:
Melakukan pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi terhadap kinerja kelangsungan bisnis serta melaksanakan audit internal.
BCM 22301 memastikan bahwa organisasi memiliki kerangka kerja yang kuat untuk menghadapi dan pulih dari gangguan, menjaga keberlanjutan operasional, dan melindungi kepentingan pemangku kepentingan mereka.
Kesimpulan
BCM 22301 adalah standar penting yang membantu organisasi mempersiapkan diri menghadapi berbagai gangguan dan memastikan kelangsungan operasional.
Dengan memahami dan menerapkan BCM 22301, organisasi dapat mengidentifikasi risiko, merencanakan respons yang tepat, dan terus meningkatkan sistem manajemen kelangsungan bisnis mereka.
Ini tidak hanya melindungi operasi bisnis tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan.
- Badan Standardisasi Nasional (2021). SNI ISO 22301:2019 – Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha – Persyaratan. Diterbitkan oleh BSN, Jakarta ↩︎
Deddy Jacobus, Drs., MBA, CIR, CCSA, ERMCP, CRMA, QCRO, LA BCMS, CRP, CEIP
Senior Partner & Lead Auditor ISO 22301 BCMS — RWI Consulting
Deddy Jacobus adalah praktisi dan konsultan senior manajemen keberlangsungan bisnis (Business Continuity Management System), manajemen risiko korporat, dan ketahanan operasional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun mendampingi BUMN dan korporasi lintas industri dalam penerapan ISO 22301:2019, penilaian tingkat kematangan BCM Maturity Assessment (BCMM Level 1–6), penyusunan Business Impact Analysis (BIA) & BCP, hingga pelaksanaan Drilling, Testing & Simulation (DTS).
Kredensial & Sertifikasi Profesional:
- LA BCMS (Lead Auditor ISO 22301 Business Continuity Management System) — kompetensi utama dalam audit, desain arsitektur BCMS, dan penilaian maturitas kelangsungan bisnis.
- ERMCP (Enterprise Risk Management Certified Professional) & CIR (International Certificate in Risk Management).
- CRMA (Certified in Risk Management Assurance) & CCSA (Certification in Control Self-Assessment) — The Institute of Internal Auditors (IIA).
- QCRO (Qualified Chief Risk Officer), CRP (Certified Risk Professional), & CEIP (Certified ESG & Investing Professional).
Tim Konsultan Senior & Ruang Lingkup Pendampingan BCMS:
Bersama Ryan A Goh, MBA, CISA, ATP, RQI (Senior Consultant) dan Eko Budi Utomo, SE, MM, CRP, CSP, CEIP, Carbon Trading Cert., CRME, CBCMP (Senior Consultant), beliau memimpin 13 ruang lingkup asesmen dan pendampingan BCMS: review kebijakan & dokumen BCM, Gap Analysis ISO 22301:2019, penilaian kematangan (BCMM Scoring), evaluasi Corporate Competencies & 4 disiplin BC (Incident Management, Business Recovery, Technology Recovery, Security Management), hingga penyusunan Roadmap pengembangan BCM dan pendampingan audit sertifikasi.
Pelajari Rangkaian Lengkap Implementasi & Maturitas BCMS (ISO 22301)
- Pilar Utama BCMS: Business Continuity Management: Panduan BCMS (ISO 22301) dari BIA sampai Simulasi, Audit, dan Sertifikasi
- ISO 22301: Pentingnya dalam Business Continuity Plan (BCP)
- ISO 22301: Pentingnya dalam Business Continuity Management (BCM)
- Implementasi ISO 22301: Tahapan dan Kerangka Kerja BCMS
- Sertifikasi ISO 22301: Panduan Lengkap Proses Sertifikasi BCMS di Indonesia
- Layanan Pendampingan: Jasa Konsultan BCMS ISO 22301:2019 & BCM Maturity Assessment | Penyusunan Business Continuity Plan (BCP)
Booklet: Business Continuity Management (BCM) Maturity Assessment 2026
Pelajari panduan pengukuran tingkat kematangan Business Continuity Management (BCM) berbasis ISO 22301:2019 dan Business Continuity Maturity Model (BCMM Level 1–6) bersama Deddy Jacobus (Lead Auditor BCMS) dan tim RWI Consulting: 13 ruang lingkup asesmen, evaluasi Corporate Competencies & 4 disiplin BC (Incident, Technology, Business & Security Recovery), hingga penyusunan roadmap peningkatan ketahanan bisnis.
Tingkatkan Kematangan BCMS & Kesiapan ISO 22301 Bersama RWI Consulting
Diskusikan pelaksanaan BCM Maturity Assessment (BCMM), penyusunan Business Impact Analysis (BIA) & Business Continuity Plan (BCP), simulasi pengujian (Drilling, Testing & Simulation), hingga pendampingan sertifikasi ISO 22301:2019 bersama Deddy Jacobus dan tim konsultan BCMS RWI Consulting.




