Memetakan Kematangan Risiko Perusahaan: Sebuah Ulasan singkat

Memetakan Kematangan Risiko Perusahaan: Sebuah Ulasan singkat
RB 28 Juli 2025
Rate this post

Dalam lanskap bisnis yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, manajemen risiko telah menjadi pilar penting bagi keberlanjutan dan kesuksesan organisasi. Memahami seberapa matang praktik manajemen risiko sebuah perusahaan adalah langkah krusial untuk mengidentifikasi area perbaikan dan merumuskan strategi yang lebih efektif.

Baca: Mengenal Proses Manajemen Risiko

Memetakan Kematangan Risiko Perusahaan

Buku “Risk Maturity Models” karya Domenic Antonucci (Kogan Page Ltd, 2016) secara komprehensif mengulas berbagai model kematangan risiko yang pernah diusulkan. Memberikan kerangka kerja yang berharga untuk penilaian ini.

Model kematangan risiko (risk maturity model) secara umum menggambarkan tahapan evolusi praktik manajemen risiko dalam suatu organisasi, dari tingkat yang paling dasar hingga yang paling canggih.

Antonucci menjelaskan bahwa model-model ini menyediakan peta jalan bagi perusahaan untuk menilai posisi mereka saat ini dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan kapabilitas manajemen risiko.

Meskipun ada beragam model yang ada, semuanya bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana risiko diidentifikasi, dinilai, dimitigasi, dan dipantau secara efektif di seluruh organisasi.

Kematangan Risiko di Indonesia: Survei yang pernah dikerjakan Risk Workshop International

Competency Building

Dalam konteks Indonesia, khususnya bagi perusahaan yang telah bekerja sama dengan Risk Workshop International (RWI), terdapat tren positif yang mengindikasikan peningkatan kematangan risiko.

Sekitar dua tahun lalu, tim R&D RWI melakukan tinjauan terhadap lebih dari 20 klien yang telah dinilai skor kematangan risikonya. Hasilnya sangat menggembirakan: lebih dari 80% klien mencapai skor kematangan risiko di kisaran 3.0-3.3.

Pencapaian skor di kisaran 3.0-3.3 ini merupakan indikator kematangan risiko yang relatif baik. Umumnya, skor ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki proses manajemen risiko yang terdefinisi dengan baik, diterapkan secara konsisten, dan mulai terintegrasi dengan pengambilan keputusan strategis.

Ini menandakan adanya kesadaran dan komitmen yang kuat terhadap praktik manajemen risiko di kalangan organisasi-organisasi tersebut.

Menuju Tingkat Lanjut: Tantangan dan Inovasi Mendatang

Hal-hal yang telah dan sedang dikerjakan oleh tim RWI, di antaranya, dalam dua tahun terakhir ini juga menjadi bukti nyata komitmen RWI dalam mendukung kepatuhan regulasi. RWI telah mendampingi sejumlah perusahaan dalam menerapkan Peraturan Menteri BUMN No. 2 Tahun 2023, yang dirilis oleh Kementerian BUMN.

Pendampingan ini menekankan peran RWI sebagai mitra strategis dalam membantu perusahaan memenuhi standar tata kelola dan manajemen risiko yang ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun hasil berupa skor kematangan risiko tersebut di atas patut diapresiasi, tim RWI menyadari bahwa permintaan untuk kapabilitas manajemen risiko yang lebih canggih akan terus meningkat.

Klien akan mulai mencari solusi yang lebih maju, seperti penerapan risk dashboard untuk visualisasi risiko secara real-time dan aplikasi untuk risk modeling yang memungkinkan analisis kuantitatif yang lebih mendalam.

Perangkat Lunak Aplikasi Manajemen Risiko

Selain itu, menyikapi kebutuhan ini, tim RWI saat ini sedang aktif mengembangkan perangkat lunak aplikasi untuk membantu peningkatan penerapan manajemen risiko yang lebih baik. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan solusi digital yang intuitif dan komprehensif, memfasilitasi integrasi data risiko, analisis, dan pelaporan yang lebih efisien. Selain itu, RWI juga tengah mempersiapkan sertifikasi untuk risk modeler.

Hal ini menunjukkan komitmen RWI untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di bidang risk modeling, memastikan bahwa para profesional memiliki keahlian yang diperlukan untuk mengimplementasikan teknik-teknik canggih dalam penilaian risiko.

Komitmen RWI

Dalam artikel lain, telah disebutkan bahwa salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk risk modeling adalah Wolfram Finance Package. Ini mengindikasikan bahwa RWI tidak hanya fokus pada pengembangan internal, tetapi juga menjajaki kemitraan dan pemanfaatan teknologi yang sudah ada untuk memberikan solusi terbaik kepada klien.

Secara keseluruhan, pencapaian ini, ditambah dengan inisiatif yang sedang berjalan dan pendampingan regulasi, menunjukkan hasil yang terus membaik dalam pengelolaan risiko di Indonesia, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Komitmen terhadap peningkatan kematangan risiko melalui inovasi teknologi dan pengembangan kapasitas SDM akan menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas bisnis di era digital.

*note: survey oleh tim R&D Risk Workshop International
**sumber: Domenic Antonucci, Risk Maturity Models (London: Kogan Page Ltd, 2016)

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top