Pelatihan BCM: Program Training & Sertifikasi BCMS Terlengkap

Pelatihan BCM: Program Training & Sertifikasi BCMS Terlengkap
RB 21 Oktober 2025
4.5/5 - (2 votes)

RWI Consulting – Pelatihan BCM merupakan investasi strategis dalam membangun kapabilitas organisasi menghadapi insiden disruptif. Tanpa pemahaman memadai tentang konsep, metodologi, dan praktik kelangsungan usaha, sistem BCMS hanya akan menjadi dokumentasi formal yang tidak operasional saat dibutuhkan.

Program capacity building yang terstruktur membekali personel dengan pengetahuan konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam mengoperasikan sistem manajemen kontingensi. Artikel ini menguraikan berbagai aspek pelatihan BCM berdasarkan praktik terbaik yang diterapkan dalam proyek konsultansi BCMS.

Komponen Pelatihan dalam Implementasi BCMS

Sosialisasi dan Workshop

Program sosialisasi dan workshop terkait Business Continuity Management System menjadi komponen penting dalam tahap maintenance audit. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran perseroan mengenai tujuan implementasi BCMS berdasarkan standar ISO 22301:2019 serta cara pelaksanaannya.

Workshop diselenggarakan selama dua hari dengan paket meeting fullboard untuk memaksimalkan fokus pembelajaran. Lokasi dipilih di fasilitas hotel berkualitas yang menyediakan lingkungan kondusif bagi kegiatan pembelajaran intensif.

Jumlah peserta dirancang mencapai 65 orang, melibatkan perwakilan dari berbagai unit kerja untuk memastikan pemahaman BCMS tersebar merata di seluruh organisasi. Pendekatan inklusif ini membangun ownership kolektif terhadap sistem yang dikembangkan.

Training Pelatihan BCM untuk Unit Kerja

Pelatihan BCM terhadap pekerja di unit kerja terkait dilaksanakan sebagai bagian integral implementasi sistem. Program ini membekali personel dengan kompetensi spesifik yang diperlukan untuk mengoperasikan elemen BCMS di lingkup tanggung jawab masing-masing.

Materi training disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab peserta dalam ekosistem BCMS. Risk owner mendapat pembekalan tentang identifikasi risiko dan penyusunan rencana perlakuan, sementara tim respons darurat dilatih dalam prosedur aktivasi dan pelaksanaan BCP.

Presentasi hasil sosialisasi implementasi BCMS disediakan dalam bentuk softcopy sebagai deliverable proyek. Material digital ini memungkinkan peserta mengakses kembali materi pelatihan saat diperlukan, berfungsi sebagai referensi berkelanjutan dalam menjalankan tugas terkait BCMS.

Struktur Program Pelatihan

Sertifikasi Pelatihan BCMS

Sertifikasi pelatihan BCMS diberikan kepada peserta yang menyelesaikan program training dengan baik. Sertifikat ini memvalidasi kompetensi individu dalam memahami konsep, prinsip, dan praktik business continuity management sesuai standar internasional.

Program sertifikasi mencakup evaluasi pembelajaran untuk memastikan peserta benar-benar menguasai materi yang disampaikan. Mekanisme assessment dapat berupa ujian tertulis, studi kasus, atau simulasi penanganan insiden untuk menilai kemampuan aplikatif.

Sertifikat pelatihan BCM menjadi bukti formal kompetensi yang dapat digunakan untuk pengembangan karier profesional. Bagi organisasi, portofolio sertifikasi personel menjadi indikator kematangan human capital dalam manajemen kelangsungan usaha.

Capacity Building Internal Assessor

Pelatihan dan capacity development internal company assessor menjadi program khusus untuk membangun kemampuan audit mandiri. Program ini membekali personel dengan kompetensi melakukan penilaian kesesuaian BCMS terhadap standar ISO 22301:2019.

Internal assessor terlatih dapat melakukan monitoring berkala terhadap efektivitas BCMS, mengidentifikasi gap implementasi, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Kapabilitas internal ini mengurangi ketergantungan pada auditor eksternal dan meningkatkan efisiensi biaya pemeliharaan sistem.

Materi capacity building mencakup teknik wawancara audit, pemeriksaan dokumentasi, observasi praktik di lapangan, serta perumusan temuan audit yang konstruktif. Peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang standar audit ISO 19011 untuk memastikan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

Metodologi Pelatihan

Kaji Dokumen dan Analisis Data

Metodologi kerja pelatihan BCM dimulai dengan kajian dokumen untuk memahami konteks organisasi. Konsultan menganalisis struktur bisnis, proses operasional, profil risiko, serta sistem manajemen yang sudah ada sebagai basis merancang program pelatihan yang relevan.

Analisis data historis tentang insiden sebelumnya, loss event, serta near miss memberikan konteks nyata dalam pembelajaran. Penggunaan kasus aktual organisasi membuat materi pelatihan lebih aplikatif dan mudah dipahami oleh peserta.

Wawancara dan Focused Group Discussion

Wawancara dengan narasumber internal dilakukan untuk menggali pemahaman terkini tentang manajemen kontingensi. Informasi ini membantu konsultan mengidentifikasi gap pengetahuan yang perlu ditutup melalui program pelatihan.

Focused Group Discussion melibatkan perwakilan dari berbagai unit untuk membahas isu spesifik terkait kelangsungan usaha. Diskusi terarah ini tidak hanya menjadi metode pengumpulan informasi tetapi juga proses pembelajaran kolaboratif yang membangun pemahaman bersama.

Technical Meeting dan Presentation

Technical meeting diselenggarakan secara berkala untuk membahas progres implementasi BCMS, termasuk aspek capacity building. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi antara konsultan, tim imbangan organisasi, dan manajemen.

Presentation and discussion digunakan untuk menyampaikan materi pelatihan kepada audiens yang lebih luas. Metode presentasi memungkinkan penyampaian informasi terstruktur dengan dukungan visual yang mempermudah pemahaman konsep abstrak.

Drilling, Testing, dan Simulation

Baca: Pendampingan Drilling, Testing & Simulation (DTS) dalam BCMS ISO 22301:2019

Drilling, Testing, and Simulation menjadi metode pembelajaran experiential yang paling efektif dalam pelatihan BCM. Peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mengalami langsung penerapan prosedur dalam skenario krisis simulasi.

Simulasi dirancang dengan tingkat kompleksitas bertahap—dari table top exercise berbasis diskusi, meningkat ke semi real test dengan aktivasi sebagian prosedur, hingga real test yang melibatkan seluruh sistem. Gradasi ini membangun confidence peserta secara progresif.

Materi Pelatihan Berdasarkan Standar ISO 22301:2019

Risk-Maturity-Index-(RMI)-Assessment

Understanding BCMS Framework

Materi fundamental mencakup pemahaman tentang kerangka Business Continuity Management System berdasarkan ISO 22301:2019. Peserta mempelajari siklus Plan-Do-Check-Act yang menjadi fondasi continuous improvement sistem manajemen.

Penjelasan tentang konteks organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, operasi, evaluasi kinerja, dan peningkatan—mengikuti struktur High Level Structure standar ISO—memberikan pemahaman komprehensif tentang elemen BCMS.

Peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang perbedaan dan komplementaritas antara Enterprise Risk Management dan Business Continuity Management. Pemahaman ini penting untuk mengintegrasikan kedua sistem secara efektif.

Business Impact Analysis

Pelatihan Business Impact Analysis membekali peserta dengan metodologi mengidentifikasi proses kritikal, menilai dampak gangguan, serta menentukan parameter kunci seperti Maximum Tolerable Period of Disruption, Recovery Time Objective, dan Recovery Point Objective.

Peserta mempelajari teknik menentukan stakeholder dan kebutuhan mereka, menetapkan Minimum Business Continuity Objectives, menganalisis disruptive incident dan dampaknya dari waktu ke waktu, serta merumuskan strategi dan solusi pemulihan.

Praktek langsung menggunakan template BIA memberikan pengalaman hands-on dalam melakukan analisis dampak bisnis. Peserta berlatih mengidentifikasi critical business function di unit kerja masing-masing dan menyusun profil risiko gangguan.

Business Continuity Strategy dan Planning

Materi strategi kelangsungan usaha mengajarkan cara menyusun langkah tanggap darurat dan pemulihan untuk memastikan critical business function dapat melanjutkan serta memulihkan proses kritikal.

Peserta mempelajari komponen Business Continuity Plan yang mencakup stakeholder requirements, criticality tiering, business resumption plan, business recovery plan, serta business restoration plan. Pemahaman tentang tahapan pemulihan ini penting untuk menyusun BCP yang komprehensif.

Training juga mencakup formulasi Crisis Management Plan, Emergency Response Plan, Crisis Communication Plan, dan Disaster Recovery Plan. Peserta memahami perbedaan fungsi setiap rencana dan bagaimana mengintegrasikannya dalam respons terpadu terhadap insiden.

Testing and Simulation Design

Pelatihan mencakup perancangan skenario Drilling and Testing Simulation untuk menguji dan melatih langkah tanggap darurat serta pemulihan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Peserta mempelajari cara menyusun DTS scenario yang realistis, merancang call tree dan time actor matrix untuk koordinasi respons, serta melaksanakan simulasi dengan berbagai tingkat kompleksitas—table top simulation, semi real test, dan real test.

Materi juga mencakup cara mengevaluasi hasil simulasi dan menyempurnakan BCP berdasarkan pembelajaran dari pengujian. Pendekatan iteratif ini memastikan BCP terus berkembang sesuai dengan dinamika organisasi dan lingkungan.

Pendampingan Pelaksanaan Audit

Panduan Pemeriksaan Internal

Pendampingan pelaksanaan audit menjadi bentuk pelatihan on-the-job yang sangat efektif. Konsultan memberikan panduan pemeriksaan dan terlibat dalam proses audit di salah satu unit kerja sesuai Klausul 9.2 ISO 22301:2019.

Peserta—biasanya internal auditor atau risk officer—mempelajari cara merencanakan audit, menyusun checklist pemeriksaan, melakukan wawancara dengan auditee, memeriksa dokumentasi, serta mengobservasi praktik di lapangan.

Laporan Hasil Audit (LHA) implementasi BCMS oleh internal audit menjadi deliverable yang juga berfungsi sebagai material pembelajaran. Laporan ini menunjukkan contoh konkret bagaimana temuan audit dirumuskan dan bagaimana rekomendasi perbaikan disusun.

Perumusan Tindakan Perbaikan

Pelatihan mencakup cara membantu auditee merumuskan tindakan perbaikan, pencegahan, atau peningkatan (improvement) yang diperlukan atas temuan audit. Peserta mempelajari prinsip tindakan perbaikan yang efektif: menyasar akar masalah, proporsional dengan risiko, serta realistis untuk diimplementasikan.

Pendampingan dalam merumuskan corrective action, preventive action, dan rekomendasi peningkatan berkelanjutan memberikan pengalaman praktis dalam mengelola hasil audit. Peserta memahami bahwa audit bukan sekadar compliance check tetapi katalis untuk continuous improvement.

Pendampingan Tinjauan Manajemen

Pedoman Tinjauan Manajemen

Pendampingan tinjauan manajemen dan laporan kepada manajemen menjadi kesempatan pembelajaran tentang aspek governance BCMS. Peserta memahami peran manajemen dalam meninjau efektivitas sistem, mengalokasikan sumber daya, serta mengambil keputusan strategis terkait pengembangan BCMS.

Pedoman Tinjauan Manajemen disusun sebagai panduan melaksanakan management review meeting yang efektif. Dokumen ini mencakup agenda standar, materi yang harus ditinjau, format laporan, serta mekanisme follow-up keputusan manajemen.

Minutes of Meeting (MoM) Implementasi BCMS ke Manajemen didokumentasikan sebagai bukti formal pelaksanaan tinjauan. Notulensi ini merekam keputusan manajemen, komitmen sumber daya, serta target peningkatan untuk periode mendatang.

Presentasi ke Manajemen

Presentasi Implementasi BCMS ke Manajemen melatih kemampuan komunikasi efektif dengan stakeholder senior. Peserta belajar menyajikan informasi teknis dalam format eksekutif yang mudah dipahami oleh manajemen non-teknis.

Materi presentasi mencakup status implementasi BCMS, hasil pengujian, temuan audit, serta rekomendasi peningkatan. Visualisasi data dalam bentuk dashboard, heat map, dan grafik tren membantu manajemen memahami posisi organisasi secara cepat.

Roadmap Pengembangan Berkelanjutan

Perencanaan Lima Tahun

Penyusunan roadmap BCM dalam mendukung keberlanjutan ISO 22301:2019 mengajarkan cara merencanakan evolusi sistem dalam jangka panjang. Peserta mempelajari cara memetakan inisiatif peningkatan, target maturity level, investasi infrastruktur, serta program pelatihan reguler.

Laporan roadmap pengembangan berkelanjutan BCMS untuk lima tahun ke depan menjadi panduan strategis organisasi. Dokumen ini mencakup milestone kunci, kriteria sukses, alokasi sumber daya, serta mekanisme monitoring progres.

Roadmap juga mengakomodasi perubahan antisipasif terhadap perkembangan teknologi, evolusi ancaman, perubahan regulasi, dan transformasi model bisnis yang dapat mempengaruhi strategi keberlangsungan usaha.

Program Pelatihan Berkelanjutan

Pelatihan BCM bukan kegiatan sekali jalan tetapi program berkelanjutan. Organisasi perlu menjadwalkan refresher training berkala untuk memastikan kompetensi personel tetap terkini seiring perkembangan standar dan best practice.

Program pelatihan lanjutan dapat mencakup topik spesifik seperti cyber resilience, supply chain continuity, pandemic preparedness, atau teknologi baru dalam BCMS. Spesialisasi ini membangun kedalaman expertise di area kritis.

Rotasi personel dalam business continuity team memerlukan program onboarding yang terstruktur. Investasi dalam dokumentasi knowledge dan standard operating procedure untuk training mempercepat kurva pembelajaran anggota baru.

Model Pendampingan Pelatihan

Proses Bersama

Narasumber dari unit kerja dan pimpinan unit kerja berperan sebagai sumber informasi kontekstual. Mereka berbagi pengalaman, best practice, serta tantangan spesifik yang dihadapi dalam menjalankan fungsi bisnis.

Tim konsultan mengolah informasi, menyajikan hasil olahan dalam bentuk materi training, dan melakukan pemeriksaan kualitas pekerjaan. Konsultan memastikan materi pelatihan akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh peserta dengan beragam latar belakang.

Tim imbangan organisasi memberikan informasi dan menyetujui hasil olahan konsultan. Validasi internal ini memastikan materi training sesuai dengan konteks organisasi dan tidak mengandung informasi yang sensitif atau menyesatkan.

Pengambil keputusan—manajemen dan pimpinan unit kerja—mempelajari dan menyetujui penerapannya. Dukungan manajemen dalam program pelatihan sangat penting untuk memastikan partisipasi aktif, alokasi waktu memadai, serta implementasi pembelajaran dalam praktik kerja.

Kesimpulan

Pelatihan BCM merupakan investasi fundamental dalam membangun kapabilitas organisasi menghadapi ketidakpastian. Program yang terstruktur—mencakup sosialisasi, workshop, training unit kerja, sertifikasi, pendampingan audit, hingga capacity building internal assessor—memastikan pemahaman BCMS tidak hanya di tingkat konseptual tetapi juga operasional.

Metodologi pembelajaran yang beragam—dari kaji dokumen, focused group discussion, technical meeting, hingga drilling and simulation—mengakomodasi berbagai gaya pembelajaran dan memastikan transfer knowledge yang efektif. Pendekatan experiential learning melalui simulasi terbukti paling efektif dalam membangun confidence dan kompetensi praktis.

Materi pelatihan yang mencakup seluruh aspek BCMS—dari business impact analysis, continuity strategy, planning, testing, audit, hingga management review—memberikan pemahaman holistik tentang ekosistem kelangsungan usaha. Integrasi teori dan praktik memastikan peserta tidak hanya tahu tetapi juga mampu mengaplikasikan pembelajaran dalam konteks kerja nyata.

Dengan program pelatihan BCM yang komprehensif dan berkelanjutan, organisasi membangun human capital yang capable dalam mengelola kelangsungan usaha, memastikan investasi dalam sistem BCMS memberikan nilai nyata bagi ketahanan organisasi menghadapi berbagai skenario disrupsi di masa depan.

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top