RWI Consulting
RWI Consulting RWI Consulting
RWI Consulting
RWI Consulting RWI Consulting

Memantau dan Mengendalikan Trigger Level dalam Contingency Plan Perusahaan 

5/5 - (3 votes)

RWI Consulting – Dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian, memiliki Contingency Plan saja tidak cukup. Sama pentingnya adalah kemampuan untuk memantau indikator pemicu (trigger level) agar rencana tanggap krisis bisa dijalankan tepat waktu.

Tanpa pemantauan indikator yang akurat, risiko besar bisa luput dari perhatian dan menimbulkan kerugian yang lebih luas. 

E-Book & Panduan Resmi 2026

Booklet: Penyusunan & Implementasi Contingency Plan (CP) 2026

Pelajari panduan penyusunan dan pembaruan Contingency Plan sesuai Surat Kementerian BUMN Nomor S-468/MBU/09/2024 (APS RKAP BUMN Sistemik A, Sistemik B & Anak Perusahaan) bersama Deddy Jacobus dan tim Senior Partner RWI Consulting: 4 komponen utama CP, penetapan indikator pemicu (trigger level) permodalan & likuiditas, fungsi Recovery & Resolution Plan, hingga pelaksanaan Stress Testing.

✓ Mandat S-468/MBU/09/2024 & RKAP ✓ 4 Komponen Utama & Trigger Level ✓ Stress Testing, Recovery & Resolution

Baca: 4 Komponen Utama Contingency Plan

Artikel ini akan membahas indikator-indikator utama dalam Contingency Plan berdasarkan arahan untuk KBUMN, lengkap dengan rumus perhitungannya dan penjelasan fungsionalnya. 

Layanan Konsultan Contingency Plan RWI Consulting
layanan konsultan Contingency Plan RWI Consulting

Tujuan Pengendalian Trigger Level 

Sebelum membahas detail indikator, penting untuk memahami tiga tujuan utama pengendalian trigger level: 

  • Pencegahan: Menjaga ukuran atau rasio dalam kondisi sehat sebelum krisis terjadi. 
  • Pemulihan: Mengembalikan rasio ke kondisi normal setelah penyimpangan terdeteksi. 
  • Perbaikan: Mengatasi kondisi darurat yang dapat mengancam kelangsungan usaha. 

Indikator-Indikator Utama dalam Trigger Level 

1. Trigger Level contingency plan: Indikator Operasional 

  • Volume Penjualan = Volume Penjualan / Target Penjualan 
    Menggambarkan pencapaian realisasi penjualan terhadap target tahunan (trailing twelve months). 
  • Revenue per Ton = Realisasi Revenue / Target Revenue 
    Digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan menghasilkan pendapatan per satuan volume. 
  • Beban Pokok Pendapatan = Realisasi BPP / Target BPP 
    Mengukur seberapa besar beban pokok yang dikeluarkan dibanding target, dan menjadi sinyal awal efisiensi atau pemborosan biaya. 

2. Indikator Rentabilitas 

  • EBITDA Margin = (EBITDA / Pendapatan) × 100% 
    Menunjukkan efisiensi operasional perusahaan. Margin yang turun drastis bisa menjadi sinyal pemicu untuk segera mengambil langkah pemulihan. 

3. Trigger Level contingency plan: Indikator Likuiditas 

  • Rasio Lancar = Current Assets / Current Liabilities 
    Mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Bila menurun di bawah batas tertentu, bisa memicu krisis kas. 
  • Interest Coverage Ratio = EBIT / Biaya Bunga 
    Mengukur kemampuan perusahaan membayar bunga dari laba operasional. Semakin kecil rasionya, semakin besar risiko gagal bayar. 

4. Indikator Permodalan 

  • Interest Bearing Debt to EBITDA = Total Debt / EBITDA 
    Rasio ini penting untuk mengetahui kemampuan membayar utang dari laba sebelum bunga dan pajak. Angka tinggi bisa jadi alarm bahaya. 
  • Debt to Equity Ratio = Total Debt / Total Equity 
    Menilai seberapa besar proporsi utang terhadap modal sendiri. Jika rasio ini melebihi ambang batas, artinya perusahaan terlalu berisiko. 

Pentingnya Monitoring dan Tindakan Tepat Waktu 

Memonitor indikator-indikator di atas bukan sekadar rutinitas keuangan—ini adalah alat navigasi strategis bagi manajemen. Dengan pemantauan rutin, perusahaan dapat: 

  • Menghindari krisis likuiditas dan kegagalan operasional 
  • Melakukan tindakan pencegahan yang terukur 
  • Mengaktifkan Recovery Plan secara tepat waktu 
  • Menjaga kepercayaan investor dan regulator 
Lead Advisor & Tim Pakar RWI Consulting

Deddy Jacobus, Drs., MBA, CIR, CCSA, ERMCP, CRMA, QCRO, LA BCMS, CRP, CEIP

Senior Partner & Lead Business Resilience & Contingency Advisor — RWI Consulting

Deddy Jacobus adalah praktisi dan konsultan senior manajemen risiko, keberlangsungan bisnis (Business Continuity Management), dan tata kelola krisis dengan pengalaman lebih dari 20 tahun mendampingi BUMN Sistemik A, BUMN Sistemik B, Anak Perusahaan BUMN, dan korporasi nasional dalam penyusunan Contingency Plan (sesuai PER-2/MBU/03/2023 & Surat Kementerian BUMN No. S-468/MBU/09/2024), Stress Testing, Recovery & Resolution Plan, serta implementasi ISO 22301 BCMS.

Kredensial & Sertifikasi Profesional:

  • LA BCMS (Lead Auditor ISO 22301 Business Continuity Management System) — keahlian utama dalam audit dan arsitektur ketahanan operasional serta rencana kontinjensi.
  • ERMCP (Enterprise Risk Management Certified Professional) & CIR (International Certificate in Risk Management).
  • CRMA (Certified in Risk Management Assurance) & CCSA (Certification in Control Self-Assessment) — The Institute of Internal Auditors (IIA).
  • QCRO (Qualified Chief Risk Officer), CRP (Certified Risk Professional), & CEIP (Certified ESG & Investing Professional).

Rekam Jejak Pendampingan Contingency Plan & Ketahanan Bisnis:

Bersama rekan Senior Partner Eko Budi Utomo, SE, MM, CRP, CSP, CEIP, Carbon Trading Cert., CRME, CBCMP, beliau memimpin layanan konsultasi & pendampingan penyusunan Contingency Plan, pengembangan kebijakan & prosedur, penetapan indikator pemicu (trigger level) permodalan dan likuiditas, pelaksanaan Stress Testing, pelatihan & simulasi tanggap darurat, hingga kajian independen untuk perbaikan Contingency Plan di berbagai grup BUMN dan korporasi strategis.

E-Book & Panduan Resmi 2026

Booklet: Penyusunan & Implementasi Contingency Plan (CP) 2026

Pelajari panduan penyusunan dan pembaruan Contingency Plan sesuai Surat Kementerian BUMN Nomor S-468/MBU/09/2024 (APS RKAP BUMN Sistemik A, Sistemik B & Anak Perusahaan) bersama Deddy Jacobus dan tim Senior Partner RWI Consulting: 4 komponen utama CP, penetapan indikator pemicu (trigger level) permodalan & likuiditas, fungsi Recovery & Resolution Plan, hingga pelaksanaan Stress Testing.

✓ Mandat S-468/MBU/09/2024 & RKAP ✓ 4 Komponen Utama & Trigger Level ✓ Stress Testing, Recovery & Resolution

Siapkan Contingency Plan yang Teruji Bersama RWI Consulting

Diskusikan pemetaan skenario krisis, penetapan trigger level & stress testing, penyusunan Recovery & Resolution Plan, hingga kajian independen sesuai Surat Kementerian BUMN No. S-468/MBU/09/2024 bersama Deddy Jacobus dan tim konsultan Contingency Plan RWI Consulting.

Share

Related Service

It seems we can’t find what you’re looking for.

Recent Posts

Close

Integrated Risk Management

Resilience & Continuity

Enterprise & Financial Risk

Strategic Risk & Governance

-Empowering Agility, Resilience and Sustainability