ICOFR Audit: Proses, Bukti yang Diminta, dan Timeline

RWI Consulting – Setiap organisasi yang benar-benar serius menjaga keandalan laporan keuangan akan segera menyadari bahwa memiliki kontrol yang baik saja tidak cukup. Kontrol tersebut juga harus bisa dibuktikan berjalan efektif.
Di sinilah ICOFR audit (Internal Control over Financial Reporting audit) berperan. Auditor menilai apakah pengendalian internal atas pelaporan keuangan berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga manajemen maupun pemangku kepentingan bisa yakin bahwa laporan disusun dengan andal.
Baca: ICOFR
Tulisan ini akan memandu Anda memahami:
- Apa itu ICOFR audit.
- Bagaimana alur kerjanya, dari tahap awal hingga rilis opini.
- Jenis bukti yang biasanya diminta auditor.
- Cara auditor menentukan ICOFR audit samples.
- Contoh timeline realistis untuk satu tahun buku.
Dengan memahami hal-hal ini, organisasi dapat lebih siap menghadapi audit dan memastikan sistem pengendaliannya tidak hanya ada di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten.
Apa itu ICOFR Audit dan Mengapa Penting
Secara sederhana, ICOFR audit (Internal Control over Financial Reporting audit) berfokus pada dua hal utama. Pertama, apakah desain kontrol kunci cukup memadai untuk mencegah atau mendeteksi salah saji material. Kedua, apakah kontrol tersebut benar-benar dijalankan secara konsisten sepanjang periode laporan keuangan.
Hasil audit ini memberi keyakinan bagi dewan, investor, dan regulator bahwa laporan keuangan tidak bergantung pada keberuntungan atau kebiasaan individu, melainkan pada sistem pengendalian yang dapat diandalkan.
Di luar aspek formal kepatuhan, ICOFR audit juga memaksa organisasi menyatukan cara kerja lintas fungsi. Bagian keuangan, TI, unit bisnis, hingga audit internal terdorong untuk menyepakati istilah, berbagi bukti, dan memperbaiki kelemahan lebih cepat. Dengan begitu, manfaat audit ini tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan katalis perbaikan proses.
Peta Besar Proses ICOFR Audit
- Perencanaan dan Scoping
Tahap pertama dimulai dengan menentukan ruang lingkup berdasarkan materialitas dan risiko. Akun-akun signifikan dipetakan ke proses bisnis terkait, lalu sistem aplikasi dan interface yang berpengaruh terhadap pelaporan keuangan diidentifikasi. Pada tahap ini, manajemen menyiapkan narasi proses, Business Process Map (BPM), serta Risk and Control Matrix (RCM) sebagai “peta awal” bagi auditor. - Walkthrough dan Penilaian Desain
Auditor kemudian melakukan walkthrough dengan memilih sampel transaksi yang mewakili alur end-to-end untuk setiap proses signifikan. Tujuannya memastikan jalur transaksi, titik rawan salah saji, dan kontrol kunci benar-benar ada serta dirancang dengan memadai. Hasil umum dari tahap ini berupa catatan walkthrough dan evaluasi desain untuk setiap kontrol. - Pengujian Efektivitas Operasional
Jika desain dinilai cukup, langkah berikutnya adalah menguji operating effectiveness. Bukti yang diminta berbeda tergantung jenis kontrol:
- Untuk kontrol manual, auditor mencari bukti pelaksanaan seperti tanda persetujuan, checklist, atau dokumen rekonsiliasi.
- Untuk kontrol otomatis, auditor memeriksa efektivitas IT General Controls dan memastikan konfigurasi aplikasi tidak berubah tanpa otorisasi.
Di tahap inilah topik ICOFR audit samples mulai menjadi fokus utama.
- Evaluasi Defisiensi dan Remediasi
Setiap kelemahan desain atau pelaksanaan diklasifikasikan berdasarkan kemungkinan dan dampaknya. Manajemen lalu menyiapkan rencana perbaikan. Jika perbaikan selesai tepat waktu dan diuji ulang dengan bukti memadai, auditor dapat menilai kontrol tersebut efektif kembali. - Pelaporan dan Komunikasi
Tahap akhir adalah penyampaian hasil dalam rapat penutupan. Auditor menyimpulkan apakah ICOFR efektif atau tidak. Manajemen biasanya menyiapkan representasi tertulis, ringkasan perbaikan yang sudah dilakukan, serta rencana tindak lanjut untuk kelemahan yang masih berlangsung.
Bukti yang Diminta Auditor
Selama ICOFR audit, auditor biasanya meminta sejumlah dokumen dan bukti pelaksanaan kontrol. Semakin cepat perusahaan menyiapkan bukti-bukti ini, semakin singkat siklus audit bisa dijalankan.
Berikut daftar bukti yang umum diminta:
- Narasi proses dan flowchart yang menunjukkan alur transaksi sampai ke tahap pelaporan.
- Risk and Control Matrix (RCM) berisi pemetaan risiko, kontrol kunci, frekuensi, pemilik kontrol, dan jenis bukti pendukung.
- Daftar aplikasi, interface, dan laporan kunci yang digunakan dalam pelaporan keuangan.
- Populasi transaksi untuk akun-akun signifikan dalam periode yang diuji. Populasi harus lengkap, akurat, dan disertai bukti information produced by entity (IPE).
- ICOFR audit samples beserta bukti pendukung, misalnya tanda persetujuan rekonsiliasi, tiga dokumen utama dalam siklus pembelian, atau laporan exception yang telah ditindaklanjuti.
IT General Controls (ITGC):
- Access management: daftar user aktif, role, segregation of duties (SoD), bukti provisioning dan termination, serta hasil review berkala.
- Change management: daftar perubahan, tiket, bukti persetujuan, hasil testing, dan bukti migrasi ke produksi.
- IT operations: job schedule, incident log, backup, serta bukti pemantauan proses batch atau interface.
- Kontrol spreadsheet dan end-user computing (EUC) bila digunakan.
Dokumen governance:
- Charter komite.
- Kebijakan akuntansi dan closing.
- Manual akuntansi.
Pelaksanaan kontrol level entitas:
- Review laporan manajemen.
- Analitik kinerja.
- Pengawasan oleh dewan komisaris.
Bagaimana Auditor Memilih ICOFR Audit Samples
Memahami cara auditor memilih sampel akan membantu tim menyiapkan tanggapan lebih cepat. Secara garis besar, prosesnya meliputi:
- Menentukan populasi
Auditor meminta populasi transaksi atau pelaksanaan kontrol yang lengkap untuk periode uji. Misalnya, untuk kontrol bulanan populasi terdiri dari 12 pelaksanaan, sementara untuk kontrol harian populasi mencakup semua hari kerja selama periode laporan. - Memastikan kualitas populasi
Auditor menguji apakah populasi benar-benar lengkap dan akurat, biasanya dengan merekonsiliasi ke buku besar atau log sistem. - Memilih metode sampling
Auditor bisa menggunakan pendekatan statistik maupun nonstatistik. Pemilihan metode tergantung pada ukuran populasi, frekuensi kontrol, serta tingkat bukti yang dibutuhkan. - Menetapkan ukuran sampel
Semakin sering kontrol dilakukan atau semakin tinggi risikonya, semakin banyak sampel yang perlu diuji. Kontrol dengan dampak material biasanya juga memerlukan ukuran sampel lebih besar. - Menilai hasil sampel
Jika ditemukan penyimpangan, auditor menilai apakah masalah tersebut bersifat menyeluruh atau masih dalam batas terkendali. Dalam beberapa kasus, auditor bisa menambah ukuran sampel atau meminta uji ulang setelah perbaikan dilakukan.
Timeline Audit ICOFR yang Realistis
Baca: ICOFR: Integrasi COSO & COBIT untuk ITGC
Setiap perusahaan unik, namun pola berikut membantu merencanakan sumber daya.
| Fase | Periode contoh | Fokus | Output utama |
|---|---|---|---|
| Perencanaan dan scoping | Minggu 1 sampai 4 | Materialitas, pemetaan proses dan sistem, permintaan dokumen awal | Daftar proses signifikan, jadwal walkthrough, PBC list |
| Walkthrough dan uji desain | Minggu 5 sampai 10 | Walkthrough end to end, validasi desain kontrol, penilaian ITGC desain | Memo walkthrough, temuan desain, rencana perbaikan |
| Pengujian interim | Minggu 11 sampai 20 | Uji efektivitas kontrol untuk periode awal tahun, konfirmasi populasi dan IPE | Kertas kerja pengujian, daftar sampel, isu operasional |
| Remediasi dan uji ulang | Minggu 21 sampai 28 | Menutup kelemahan desain atau operasional yang dapat diperbaiki sebelum year end | Bukti remediasi, hasil uji ulang |
| Year end testing | Minggu 29 sampai 36 | Uji pelaksanaan sisa periode, roll forward, penilaian kontrol otomatis | Kertas kerja akhir, ringkasan defisiensi |
| Wrap up dan laporan | Minggu 37 sampai 40 | Evaluasi defisiensi, pembahasan dengan manajemen, representasi tertulis | Draft laporan, management representation letter |
Timeline di atas membantu memastikan remediasi masih sempat diuji ulang. Sangat krusial untuk menutup isu ITGC sebelum pengujian kontrol aplikasi otomatis di akhir tahun.
Checklist Kesiapan Tim ICOFR
Gunakan daftar ini untuk mempercepat respons terhadap permintaan auditor.
- Daftar proses signifikan lengkap dengan pemilik proses.
- Narasi dan BPM, RCM terbaru, serta kebijakan akuntansi yang relevan.
- Inventaris aplikasi keuangan, interface, dan laporan kunci beserta pemiliknya.
- Bukti desain kontrol otomatis, misalnya konfigurasi system rules yang diekstrak dari sistem.
- Populasi transaksi yang dapat direkonsiliasi ke buku besar dan log sistem.
- Arsip bukti pelaksanaan kontrol, disusun per periode dan per kontrol.
- Artefak ITGC: user listing, SoD analysis, request dan approval, tiket perubahan, log batch, dan hasil monitoring.
- Rencana remediasi cepat untuk isu kritikal beserta tenggat dan PIC.
Peran TI dan ITGC dalam ICOFR Audit
Auditor jarang langsung menerima kontrol aplikasi otomatis tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa IT General Controls (ITGC) berjalan efektif. Alasannya sederhana: kontrol otomatis hanya bisa diandalkan bila program dan data yang mendukungnya aman serta dikelola secara disiplin.
Jika akses pengguna terlalu longgar, perubahan program tidak terkendali, atau operasi batch tidak dipantau dengan baik, auditor biasanya akan menambah pengujian atau bahkan menyimpulkan bahwa kontrol aplikasi tidak dapat dipercaya. Dampaknya, auditor akan beralih ke kontrol manual dengan ukuran sampel lebih besar, sehingga waktu audit menjadi lebih panjang.
Baca: 5 Komponen Utama ICOFR Berdasarkan Kerangka COSO 2013
Implikasinya jelas: libatkan tim TI sejak tahap awal, tetapkan standar bukti yang harus tersedia, dan lakukan review akses serta rekap perubahan secara berkala. Dengan begitu, perusahaan selalu siap saat ITGC diuji dan tidak perlu menghadapi kejutan di tengah audit.
Kesimpulan
Mulailah dengan membereskan dokumentasi inti. Pastikan Risk and Control Matrix (RCM) selalu mutakhir, setiap kontrol aplikasi dapat dijelaskan dengan jelas, dan artefak ITGC tersedia tanpa harus menggali dari banyak sistem.
Jika Anda membutuhkan dukungan, kami dapat membantu menyiapkan:
- Template Risk and Control Matrix.
- Contoh Prepared by Client (PBC) list.
- Paket ICOFR audit samples yang siap diisi sesuai kebutuhan.
Semua format ini disusun selaras dengan praktik umum audit, sehingga tim Anda bisa lebih siap dan efisien saat menghadapi pemeriksaan.






