Manajemen Risiko Menurut Para Ahli: Definisi, Tujuan, dan Cara Menerapkannya Secara Praktis

Manajemen Risiko Menurut Para Ahli: Definisi, Tujuan, dan Cara Menerapkannya Secara Praktis
RB 11 Agustus 2025
Rate this post

RWI Consulting – Strategi yang bagus sering runtuh bukan karena idenya lemah, tetapi karena ketidakpastian tidak dikelola dengan sengaja. Di sinilah manajemen risiko menjadi kompetensi inti: cara organisasi menimbang peluang dan ancaman, membuat keputusan tepat waktu, lalu menjaga kinerja tetap stabil.

Baca: Mengenal Kerangka Kerja Konsultan Manajemen Risiko

Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Literatur akademik Indonesia

Sumber ajar yang banyak dipakai di perguruan tinggi menegaskan bahwa manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari atau meminimalkan risiko yang tidak dapat diterima. Rumusan ini menekankan rangkaian tindakan yang berurutan—dari mengenali hingga menangani risiko—bukan sekadar membuat daftar risiko.

Baca: Kumpulan Jurnal Manajemen Risiko Terbaru untuk Praktisi dan Akademisi

ISO 31000

Dalam standar internasional ISO 31000, manajemen risiko dipahami sebagai serangkaian aktivitas terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi terkait risiko. ISO menempatkan manajemen risiko sebagai kultur dan proses yang melekat pada pengambilan keputusan, bukan fungsi sampingan.

COSO ERM

Kerangka COSO Enterprise Risk Management memandang manajemen risiko sebagai proses yang dipengaruhi dewan, manajemen, dan seluruh personel; diterapkan saat penetapan strategi dan di seluruh organisasi; dirancang untuk mengidentifikasi kejadian potensial, mengelola risiko sesuai risk appetite, dan memberi keyakinan memadai atas pencapaian tujuan. Definisi ini menekankan tata kelola (governance) dan keterpaduan lintas unit.

Tujuan Manajemen Risiko

  1. Meningkatkan peluang pencapaian tujuan. ISO menekankan bahwa praktik risiko yang baik meningkatkan kemungkinan tercapainya sasaran, sekaligus memperbaiki kemampuan organisasi dalam mengenali peluang dan ancaman.
  2. Mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk perlakuan risiko. Sumber daya (waktu, dana, talenta) diarahkan ke kontrol dan respons yang paling berdampak.
  3. Menyatukan strategi, kinerja, dan tata kelola. COSO menempatkan ERM di pusat perencanaan strategis, sehingga risiko dan kinerja dibahas dalam satu meja.
  4. Mencegah dan mengurangi kerugian (serta memaksimalkan peluang). Literatur lokal memotret tujuan praktis: menghindari, meminimalkan, atau menghapus risiko yang tidak dapat diterima, sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan

Prinsip dan Proses Menurut Para Ahli

Menggabungkan pandangan ISO, COSO, dan literatur akademik, inilah garis besar yang relevan untuk organisasi:

  1. Konteks & Tata Kelola. Tetapkan konteks (sasaran, pemangku kepentingan, batasan regulasi) serta risk appetite dan peran masing-masing (board, manajemen, pemilik risiko). COSO menekankan hubungan langsung ke strategi dan kinerja.
  2. Identifikasi Risiko. Pemetaan pemicu internal–eksternal, rantai nilai, dan skenario yang realistis. ISO mendorong komunikasi dan konsultasi lintas fungsi sejak awal.
  3. Analisis & Evaluasi. Menilai kemungkinan dan dampak (finansial/operasional/komersial), membandingkan dengan risk appetite untuk menentukan prioritas.
  4. Perlakuan Risiko. Opsi utama: hindari, kurangi, transfer/alihdaya, atau terima dengan rencana kontinjensi—lalu ukur efektivitas kontrolnya.
  5. Monitoring, Review, dan Pelaporan. Siklus berkelanjutan dengan indikator dini (KRI), pelaporan manajemen, dan lessons learned setelah insiden.

Dari berbagai definisi dan pengertian manajemen risiko menurut para ahli, pola besarnya jelas: risiko adalah bagian dari strategi. ISO memberi arah prinsip–kerangka–proses yang dapat diadopsi semua organisasi; COSO memastikan topik risiko hadir dalam percakapan kinerja dan tata kelola; literatur lokal membantu kita memecahnya menjadi langkah-langkah yang bisa dikerjakan hari ini.

Jika Anda sedang menulis kebijakan atau menyusun program, mulai dari tujuan manajemen risiko di atas—lalu jalankan checklist implementasi. Dengan begitu, manajemen risiko tidak berhenti pada dokumen, melainkan berubah menjadi cara kerja yang membuat strategi lebih berani dan tetap terjaga.

About RWI
RWI Consulting adalah perusahaan konsultan manajemen risiko yang berdiri sejak tahun 2005. Selama belasan tahun ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada ratusan klien dari berbagai sektor industri baik BUMN maupun swasta untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi risiko yang dihadapi perusahaan.
Top